Mau Tahu Aktivitas Gunung Berapi, Gempa, hingga Tsunami? Pakai Aplikasi Ini

Mau Tahu Aktivitas Gunung Berapi, Gempa, hingga Tsunami? Pakai Aplikasi Ini

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2026 15:12 WIB
Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Ilustrasi.Foto: Ilustrasi gempa bumi (iStock)
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi meluncurkan MAGMA Indonesia versi terbaru, yang memuat informasi aktivitas gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah dalam satu layanan.

Dengan begitu, warga kini bisa mengetahui apakah posisinya berada di kawasan rawan bencana geologi langsung dari ponsel. Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, data dari sistem yang dibangun dapat dibagikan ke Kementerian/Lembaga lain.

"Jadi nanti dari pemanfaatan sistem yang sudah dibangun, informasi yang sudah dibangun ini kita bisa sharing-kan dengan Kementerian/Lembaga," ujar Yuliot dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan begitu, pelayanan informasi kebencanaan dan mitigasi risiko bagi keselamatan masyarakat bisa berjalan dalam satu rangkaian. Yuliot juga meminta hasil pemantauan diterjemahkan menjadi langkah nyata di setiap instansi.

"Dari mitigasi ini harus kita uraikan di dalam rencana aksi untuk setiap Kementerian/Lembaga," tambah Yuliot.

ADVERTISEMENT

Versi terbaru ini hadir sebagai aplikasi multiplatform yang bisa diakses melalui web dan perangkat Android, dan kini resmi tersedia bagi pengguna iOS. Peluncuran ini menjadi bagian dari transformasi digital layanan informasi kebencanaan geologi.

MAGMA Indonesia membawa 10 pembaruan fitur utama. Salah satunya Geohazard Location Awareness, yang mengenali posisi pengguna terhadap kawasan rawan bencana.

Pembaruan lain mencakup pemantauan visual CCTV dan live seismogram yang lebih stabil, riwayat aktivitas kebencanaan, serta integrasi data melalui Application Programming Interface (API). Untuk peringatan dini, sistem ini memakai Common Alerting Protocol (CAP) sebagai format standar.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, pengembangan MAGMA Indonesia diarahkan agar informasi kebencanaan mendorong tindakan yang lebih cepat dan tepat.

"Sistem ini pada intinya dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan aksi dini (early action) yang tepat sasaran, sehingga risiko dan dampak dari bencana geologi dapat diminimalisir," ujar Lana.

Integrasi API juga membuka akses data bagi lembaga lain. BNPB, BPBD, kementerian/lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memanfaatkan informasi MAGMA Indonesia langsung di sistem masing-masing.

Integrasi ini diharapkan memperkuat koordinasi dan mempercepat penyampaian informasi kepada pengambil kebijakan maupun masyarakat. Lewat pembaruan ini, Kementerian ESDM ingin informasi kebencanaan tidak berhenti sebagai data, tetapi bisa dipakai untuk peringatan dini, kesiapsiagaan, dan pengambilan keputusan.

Dengan akses yang makin luas, masyarakat dapat memantau informasi bencana geologi kapan saja dan di mana saja, sebagai bekal untuk mengurangi risiko dan dampaknya

(ily/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads