Singapura Bantah Jual Lagi LNG dari RI

Singapura Bantah Jual Lagi LNG dari RI

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 02 Nov 2026 05:55 WIB
View of the merlion statue of Merlion Park, and the financial district in downtown Singapore. The merlion is a symbol and mascot of Singapore.
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Marcus Lindstrom
Jakarta -

Pemerintah Singapura membantah tudingan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, yang menyebutkan sebagian LNG yang dikirim dari Indonesia ke Singapura dijual kembali ke negara lain.

Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) Singapura menegaskan bahwa gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang diperdagangkan perusahaan berbasis Singapura biasanya dikirim langsung dari negara asal ke negara tujuan tanpa melewati Singapura secara fisik.

Seorang juru bicara METI menyebutkan bahwa Singapura adalah pusat perdagangan internasional, termasuk untuk LNG. Lebih dari 50 perusahaan yang berbasis di Singapura membeli, memasarkan, dan memperdagangkan sumber LNG dari pasar global, termasuk Indonesia. Adapun pasar sumber utama bagi perusahaan-perusahaan ini meliputi AS, Australia, dan Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun para pedagang yang berbasis di Singapura membuat keputusan komersial terkait kargo, kargo LNG sebenarnya biasanya bergerak langsung dari negara sumber ke negara tujuan dan tidak secara fisik melewati Singapura. Gas alam yang diimpor dari Indonesia melalui pipa adalah untuk penggunaan domestik, dan bukan untuk ekspor," kata METI dikutip dari Channel News Asia, Minggu (1/11/2026).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menduga sebagian gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang diekspor Indonesia ke Singapura dijual kembali ke negara lain.

ADVERTISEMENT

Dia memaparkan Indonesia mengekspor total gas ke Singapura senilai 409,5 MMSCFD. Nah, 1.480 MMSCFD di antaranya adalah gas LNG.

Nah dari jumlah LNG sebesar itu, menurut pria yang menjabat Menteri ESDM tersebut tidak semuanya digunakan untuk kepentingan dalam negeri Singapura. Dia menuduh Singapura melakukan trading atau penjualan kembali gas dari Indonesia.

"148 kargo itu setara dengan 1.480 MM. Itu yang kita kirim. Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian dijadikan sebagai trading, untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain. Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10).

Meski begitu, Bahlil menyampaikan bahwa saat ini Indonesia belum berencana memangkas eskpor LNG ke Singapura. Hal ini karena kebutuhan LNG dalam negeri masih mencukupi.

"Nanti kita lihat perkembangannya lah, ya. Kan kita harus memprioritaskan kepentingan domestik kita, tapi kalau domestik kita sudah cukup, saya pikir kita harus juga mengirim ekspor ke negara lain," terang Bahlil.

Simak juga Video 'Singapura-Malaysia Kritik Karhutla, DPR: Tak Perlu Dibalas dan Tersinggung':

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads