Triwulan III-2016 Citibank Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 1,9 T

Triwulan III-2016 Citibank Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 1,9 T

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 14 Nov 2016 20:22 WIB
Triwulan III-2016 Citibank Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 1,9 T
Foto: Istimewa
Jakarta - Citibank Indonesia mencatat prestasi yang baik pada triwulan III-2016. Laba bersih meningkat sebesar 64% menjadi Rp 1,90 triliun dari Rp 1,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba bersih ini didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 15,50% menjadi Rp 3.05 triliun sementara pendapatan berbasis fee naik sebesar 2,79% menjadi Rp 1,51 triliun.

Kinerja yang positif ini berkontribusi pada meningkatnya rasio Return on Asset (ROA) menjadi 4,47% dari sebelumnya 2,77% dan rasio Return on Equity (ROE) menjadi 16,54% dari sebelumnya 10,60%.

"Hasil ini mencerminkan momentum yang kuat pada bisnis kami, baik dalam Institutional Banking dan Consumer Banking. Pada triwulan ketiga ini, kami telah meluncurkan produk Citi Virtual Card Accounts (VCA) dalam bisnis Treasury and Trade Solutions, Citi Priority dalam bisnis Wealth Management, dan Citi Indonesia Facebook dalam mendorong digitalisasi bisnis kartu dan retail banking kami," kata Chief Executive Officer Citibank, Indonesia Batara Sianturi dalam keterangan tertulis, Senin, (14/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lanjutnya, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat membaik dari sebelumnya 91,23% per September 2015 menjadi 79,97% pada akhir September 2016.

Tingkat likuiditas juga terjaga dengan meningkatnya porsi dana murah dalam bentuk giro dan tabungan sebesar 73,93% dari keseluruhan dana pihak ketiga.

Hal ini berkontribusi pada peningkatan rasio Net Interest Margin (NIM) menjadi 6,14% dari sebelumnya 5,30% pada September 2015.

"Pada triwulan III-2016 ini, Citibank, N.A. Indonesia juga mendapatkan penghargaan Best Foreign Bank di Indonesia dari Finance Asia," tegas Batara

"Tingkat permodalan yang kuat selalu kami jaga. Ini ditunjukkan dengan kenaikan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum sebesar 3,69% dari 25,38% menjadi 29,07% di bulan September 2016. Memasuki triwulan terakhir tahun 2016 ini, kami percaya bahwa prestasi yang telah dicapai dalam tiga triwulan terakhir akan mendukung komitmen kami kepada stakeholders untuk terus berkembang," tutup dia. (dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads