Follow detikFinance
Selasa, 07 Mar 2017 13:53 WIB

Dukung Inklusi Keuangan, Mandiri Capital Biayai Startup Fintech

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - PT Mandiri Capital Investama (MCI) mendukung perkembangan startup di bidang financial technology (fintech). Ini dibuktikan dengan investasi kepada startup fintech (financial technology), PT Amartha.

Direktur Utama MCI, Eddi Danusaputro, mengatakan MCI memberikan bantuan dana kepada Amartha untuk menjadi agen perubahan untuk masuk ke pasar-pasar, terutama dalam membantu UMKM.

"Hari ini MCI masuk ke Amartha, yang bergerak di peer to peer lending. Kita ingin masuk dan jadi agen of development, ke pasar-pasar, khususnya dalam membantu bantu UKM-UKM," kata Edi di Pasar Santa, Jakarta, Selasa (7/2/2017).

"Kenapa kita menyasar pasar UMKM, karena data dari BPS, masih 60 juta UMKM di Indonesia, dan rata-rata masih underbank. Mungkin punya rekening, tapi belum memanfaatkan produk-produk perbankan," sambungnya.

Edi mengatakan, Amartha merupakan perusahaan dalam negeri yang fokus pada bisnis peer to peer lending (pinjam meminjam secara online). Start-up tersebut, menyediakan platform website untuk online lender, supaya lender dapat mengakses informasi peminjam secara menyeluruh, seperti untuk pembiayaan, latar belakang, hingga skor kredit yang dimiliki.

"Model bisnis Amartha sangat penting bagi perekonomian kita, karena mampu memberikan solusi untuk menyentuh masyarakat unbanked. Amartha membantu Mandiri untuk meningkatkan inklusi keuangan ke seluruh tanah air," kata Eddi.

Walau demikian, Eddi tak mengatakan berapa jumlah investasi yang diberikan kepada Amartha. Ia hanya mengatakan, MCI memberikan investasi bersama dengan Lynx Adia Partners dan investor yang telah tergabung sebelumnya yaitu Beenext dan Midplaza Holding.

"Atas kesepakatan dari founders dan investor lainnya, kita mungkin tidak share angka (investasi) persisnya. Hanya sebagai patokan, lazimnya perusahaan start-up fintech kalau mereka melakukan fundrising, seperti Amartha, biasanya dana yang dihimpun adalah US$ 2 - US$ 5 juta, untuk fundrising series A. Jadi dana yang dihimpun di ronde ini seperti itu, MCI ambil lead memimpin fundrising ini," kata Edi.

Pada kesempatan yang sama, Chief Eksekutif Officer (CEO) Amartha menuturkan, hingga saat ini pihaknya telah memberikan atau menyalurkan lebih dari Rp 68 miliar pendanaan kepada 30 ribu pengusaha mikro.

"Calon peminjam biasanya memerlukan modal untuk keperluan membuka warung atau usaha lain. Melalui Amartha, kita menjembatani mereka sehingga dapat memperoleh pinjaman antara Rp 3 juta - Rp 10 juta," terang dia.

Ia pun mengatakan, nantinya agen-agen Amartha akan menawarkan secara langsung kepada calon-calon peminjam yang ada diseluruh daerah. Nantinya, para peminjam yang ada di wilayah terpencil dapat mendaftarkan pinjaman melalui website milik Amartha.

"Jadi nanti hanya tinggal daftar administrasi secara website saja. Dibantu oleh agen-agen kami yang berada di desa-desa," tuturnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed