Pegadaian-PNM Gabung ke BRI, Bunga Pinjaman Bisa Turun Jadi Berapa?

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 22 Sep 2021 19:47 WIB
woman hand showing envelope and Indonesia rupiah money
Foto: Getty Images/iStockphoto/melimey
Jakarta -

Direktur Utama (Dirut) BRI Sunarso menjelaskan bahwa bunga pinjaman di Pegadaian dan PNM bakal turun setelah melebur dengan BRI dalam Holding Ultra Mikro (UMi). Nantinya bunga pinjaman di Pegadaian bisa diturunkan dari 14,2% ke 13%. Lalu bunga pinjaman PNM bisa turun dari 25% ke 18%.

Namun diharapkan penurunannya bisa lebih signifikan lagi dengan mengatasi berbagai isu yang menyebabkan bunga pinjaman di Indonesia tinggi.

"Saya bilang tadi sumber dananya masih acakadut," kata Sunarso dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9/2021).

Dia lanjut menjelaskan bahwa BRI ditargetkan dapat menyalurkan kredit ultra mikro Rp 97 triliun pada 2021, Rp 105 triliun pada 2022, dan Rp 114 triliun pada 2023.

"Kemudian Pegadaian ditarget 2021 Rp 24 triliun, kemudian 2022 Rp 25,9 triliun, kemudian naik menjadi Rp 27,9 triliun 2023," lanjutnya.

Kemudian PNM ditargetkan menyalurkan kredit ultra mikro Rp 19,3 triliun pada 2021 dan realisasinya sudah melewati target tersebut. Lalu mereka harus menyalurkan kredit ultra mikro Rp 26,9 triliun pada 2022, dan Rp 33 triliun pada 2023.

"Jadi nanti di 2023, kami bertiga ini harus menyalurkan ke ultra mikro sekitar Rp 160 triliun," tambahnya.

(toy/dna)