Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Jul 2019 09:49 WIB

Liputan Khusus Pinjol Uang Sekolah

Biaya Sekolah Mahal, Pinjam Online Bisa Jadi Alternatif?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Ilustrasi Uang Sekolah (Tim Infografis: Zaki Alfarabi & Mindra Purnomo) Foto: Ilustrasi Uang Sekolah (Tim Infografis: Zaki Alfarabi & Mindra Purnomo)
Jakarta - Setiap orang tua pasti ingin agar anaknya mendapatkan pendidikan yang layak. Bukan cuma layak, pendidikan setinggi-tingginya menjadi idaman banyak orang tua untuk anaknya.

Namun, bicara pendidikan bukan cuma bicara tempat yang bergengsi, pengajar yang baik, ataupun akreditasi terbaik. Biaya pendidikan juga menjadi poin penting yang juga harus diperhatikan.

Terlebih lagi, biaya pendidikan di Indonesia lumayan mahal harganya. Saking mahalnya, terkadang biaya pendidikan menjadi momok bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya.


Meski menjadi momok, banyak alternatif pembiayaan yang bisa digunakan untuk mendanai pendidikan. Salah satu alternatif yang baru adalah pinjaman online alias pinjol, bahkan pinjol yang ini khusus hanya memberikan pinjaman untuk pendidikan.

Pintek.id salah satunya, layanan fintech yang satu ini mengkhususkan diri memberikan pinjaman biaya pendidikan. Mulai pendidikan formal, dari sekolah dasar hingga pendidikan tinggi, juga pendidikan informal macam kursus hingga program sertifikasi.

"Kita fokus untuk berikan pinjaman dana pendidikan, mulai formal dan informal. Mulai uang masuk SD, SMP, SMA, sampai Sarjana. Terus bisa juga pendidikan informal misalnya kursus, pelatihan, dan program sertifikasi," kata CoFounder Pintek, Tommy Yuwono kepada detikFinance.

Pintek menawarkan pinjaman mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 300 juta. Peminjam cukup memberikan bukti tagihan biaya sekolah yang mau dibayar lewat pinjaman, Pintek akan membantu membayar tagihan tersebut, namun tidak penuh si peminjam harus ikut membayar sekitar 20% dari biaya yang akan dibayarkan.

"Misal butuh buat bayar semesteran, kita cairkan dia butuh berapa, mereka kita minta ikutan bayar 10-20%, karena kan tanpa jaminan nih," ungkap Tommy.

Ada juga Dana Cita, tidak jauh berbeda dengan Pintek, fintech yang satu ini juga memberikan dana pinjaman pendidikan. Hanya saja, Dana Cita cuma memberikan pinjaman untuk pendidikan tinggi dan pendidikan informal saja.

"Kami memang fokus memberikan pinjaman pendidikan untuk tingkat pendidikan tinggi, karena itu sesuai dengan visi dan misi kami meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi di Indonesia," ungkap Co Founder Dana Cita Susli Lie kepada detikFinance.

Dana Cita bahkan memberikan pencairan pinjaman hingga 100% bagi para peminjam. Bahkan untuk jumlah pinjamannya pun tidak memiliki batas maksimum.

"Tidak ada batas maksimum pinjaman yang dapat diajukan. Dana Cita memberikan pinjaman hingga 100% kebutuhan akademis, sesuai tagihan yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan," ungkap Susli Lie.


Lain lagi dengan Dana Didik, fintech yang satu ini memberikan dana pinjaman dalam bentuk crowdfunding, si peminjam akan melakukan kampanye lewat website Dana Didik, lalu nantinya ada investor yang menyumbangkan uangnya kepada peminjam. Dana Didik memberikan pinjaman mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 25 juta.

"Dana Didik adalah platform yang mempertemukan investor dengan mahasiswa yang kesulitan biaya kuliah, kita pinjamkan dana pendidikan, jadi dananya nanti dari para investor," kata Head Marketing Dana Didik Nur Laila Sari kepada detikFinance.

Nantinya, peminjam dari Dana Didik akan melakukan kampanye di website dengan mencantumkan foto, sedikit biodata dan cerita mengapa butuh pinjaman, serta dana yang dibutuhkan.

"Anak didik kita nanti akan kampanye di website 20-45 hari, nanti tinggal investor yang pilih kasih dana ke siapa dan berapa," kata Nur Laila.

Simak Video "LBH Desak OJK Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed