Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 31 Jul 2019 13:01 WIB

Bisnis Otomotif Melempem, Uang 'Samurai' Mulai Masuk Startup

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ruly Kurniawan Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Perusahaan pemilik modal Jepang mulai membidik perusahaan-perusahaan rintisan (startup). Disinyalir salah satu penyebabnya adalah mulai melempemnya industri otomotif.

Di dalam negeri saja tercermin dari penjualan kendaraan. Penjualan mobil Juni 2019 mencapai 59.539 unit turun hampir 30% atau tepatnya 29,24 persen dibanding Mei 2019 yang mencapai 84.146 unit.

Selain itu dari sisi global, salah satu produsen mobil terbesar di Jepang, Nissan juga mulai menunjukkan kesengsaraannya. Perusahaan bahkan sampai harus melakukan PHK terhadap belasan ribu pegawainya termasuk di Indonesia.

"Ini fenomena global. Perkembangan revolusi industri 4.0 dan digital ekonomi yang membuat otomotif juga melemah," kata Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad kepada detikFinance, Rabu (31/7/2019).


Menurutnya salah satu penyebab melesunya industri otomotuf adalah munculnya mobil listrik. Hampir seluruh dunia termasuk Indonesia mulai mengusahakan mengembangkan mobil listrik.

Selain itu, ternyata perkembangan startup juga menjadi penyebabnya. Munculnya perusahaan aplikasi berbasis transportasi membuat masyarakat mengerem diri untuk membeli mobil.

"Sisi lain jelas adalah persaingan global antar perusahaan serta munculnya Grab Car dan Gocar juga mengurangi minat orang memiliki mobil," tambahnya.

Sekadar informasi, setidaknya ada dua perusahaan startup level unicorn yang sudah disuntik uang samurai, yakni Grab dan Go-Jek. Uang yang disuntikkan terbilang besar.

Go-Jek mendapatkan suntikan modal dari Mitsubishi Corp. Hingga kini belum jelas berapa dana yang dikantongi Go-Jek dari Misthubishi.

Namun suntikan modal dari Mitsubishi itu tergabung dalam pendanaan seri F yang dilakukan Go-Jek senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 14 triliun (kurs Rp 14 ribu). Pendanaan itu juga berasal dari Google, JD.com, dan Tencent Holdings Ltd.


Sementara Grab dikabarkan mendapatkan suntikan modal dari Softbank sebesar US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun (kurs Rp 14 ribu). Suntikan modal itu dilakukan untuk bisnis Grab di Indonesia selama tiga tahun ke depan.

Hal tersebut juga sudah disampaikan CEO Softbank Masayoshi Son saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) 29 Juli 2019. Masayoshi mengatakan, dengan begitu total investasi dari perusahaan kelas kakap itu sebesar US$ 4 miliar.

Grab mengatakan akan berinvestasi untuk menciptakan jaringan transportasi untuk Indonesia berdasarkan kendaraan listrik. Grab juga akan menggunakan uang itu untuk meluncurkan layanan e-healtcare untuk meningkatkan akses kepada dokter dan layanan medis.

Simak Video "Menkominfo Sebut Startup Pendidikan Sebagai Calon Kuat ''The Next Unicorn''"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com