Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Agu 2019 15:20 WIB

Rentenir Online Dapat Duit dari Hasil Cuci Uang?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta - Pinjaman online melalui aplikasi ilegal masih menelan korban. Pasalnya, penagihan yang dilakukan menggunakan kekerasan, ancaman sampai pelecehan.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi, Tongam L Tobing menjelaskan fintech ilegal itu tidak memiliki alamat yang jelas, nomor telepon dan email yang jelas. Karena memang, mereka tak memiliki izin operasional untuk berdiri di Indonesia. Lalu, kalau tak berizin dari mana uang yang mereka berikan kepada peminjam?

Tongam mengungkapkan satgas menduga jika fintech-fintech ilegal itu memiliki uang dari cara yang tidak benar. "Nah ini juga jadi perhatian kita, dugaannya fintech lending ilegal ini mendapatkan aliran dana dari pencucian uang. Tapi kami masih pelajari lebih lanjut," kata Tongam saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (6/8/2019).

Dia mengungkapkan, cara kerja mereka berbeda dengan fintech lending legal yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) misalnya fintech lending ini tidak boleh membiayai sendiri pinjaman yang diberikan. Jadi harus ada lender dan borrowernya.



"Kami memang menduga berasal dari dana yang dicuci, sehingga masyarakat itu jadi korban juga. Kemudian juga masalah yang terjadi adalah hilangnya potensi penerimaan negara karena fintech ilegal itu, mereka tak bayar pajak tak urus izin," ujarnya.

Tongam mengungkapkan, strategi utama satgas ke depan untuk mengurangi peredaran fintech ilegal ini adalah dengan mempengaruhi masyarakat dengan literasi keuangan. Dia meyakini jika masyarakat semakin melek keuangan maka penggunaan fintech ilegal akan berkurang dan aplikasi akan hilang dengan sendirinya.

"Memang banyak tantangannya untuk berantas, tapi kita juga tingkatkan literasi, kita tetap lakukan blokir dan edukasi masyarakat ini akan lebih banyak," kata Tongam.

Simak Video "LBH Desak OJK Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com