Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 22 Agu 2019 17:40 WIB

Ditanya WhatsApp Pay Mau Masuk RI, BI: Belum Ada Pengajuan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: dazeinfo.com Foto: dazeinfo.com
Jakarta - WhatsApp Pay disebut-sebut akan masuk ke Indonesia dan menghadirkan layanan sistem pembayaran.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng menjelaskan belum ada pihak WhatsApp yang mengajukan diri untuk layanan pembayaran itu.

"Belum ada pengajuan (izin masuk) dari WhatsApp ke BI," kata Sugeng dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (22/8/2019).
Sugeng menjelaskan BI juga meminta agar pengelola aplikasi pesan milik Facebook Inc tersebut harus patuh terhadap kebijakan yang ditetapkan pemerintah jika mau bermain di pasar lokal.

"WhatsApp itu pelaku asing. Semua pelaku asing apapun namanya harus tunduk aturan di Indonesia, dan harus mau adopsi sistem di Indonesia," ujar dia.

Dia menjelaskan, sebagai regulator, BI akan terus mendorong akselerasi digital ekonomi keuangan, termasuk juga dengan mempercepat pemberian proses perizinan sebagai PJSP. "Saya mengharapkan, kalau mengajukan izin, pelajari dulu persyaratannya, penuhi dokumen-dokumennya, baru kemudian menyampaikan. Jangan hanya permohonan saja tanpa melengkapi dokumen, sehingga itu mempercepat prosesnya. Kalau tidak seperti itu akan memperlambat," imbuh dia.

Maka dari itu, ia mendesak WhatsApp untuk terlebih dulu mempelajari segala ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan sebelum mengajukan permohonan untuk menjadi PJSP di Indonesia.

"Lengkapi dokumennya, baru kemudian disampaikan. Petugas-petugas kami betul-betul saya minta untuk memfasilitasi dan mempercepat proses perizinan," tukas dia.
Sebelumnya dari laporan eksklusif Reuters menyebutkan, WhatsApp saat ini sedang berunding dengan sejumlah perusahaan pembayaran digital di Indonesia, untuk menawarkan layanan transaksi mobile miliknya.

Layanan chat yang identik dengan warna hijau dan ikon telepon tersebut saat ini sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan beberapa perusahaan pembayaran digital termasuk layanan ride sharing GoJek, perusahaan pembayaran mobile yang didukung Ant Financial China, Dana, serta startup fintech Ovo milik Lippo Group.

"Kesepakatan dengan tiga perusahaan ini diperkirakan segera rampung dalam waktu dekat," kata sumber yang menolak disebutkan namanya ini.

WhatsApp kabarnya juga mendekati bank milik BUMN yakni Bank Mandiri yang punya layanan dompet digital atau e-wallet.

Simak Video "Hati-hati! Uang Mahar Nikah Jangan Dilipat"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com