Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 01 Sep 2019 20:39 WIB

Lipsus Pembayaran Tanpa Kartu

Pembayaran Digital juga Punya Kelemahan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
FOKUS BERITA No Card No Cry
Jakarta - Tak selamanya, pembayaran non tunai atau tanpa kartu itu memudahkan. Namun ternyata pembayaran secara non tunai juga ada kelemahannya.

Warga Jakarta Selatan, Dinar (26) merupakan pengguna aktif layanan dompet digital, uang elektronik dan cardless di mobile banking. Menurut dia, teknologi tersebut sangat mendukung kegiatannya sehari-hari yang memang dituntut cepat dan efisien. Seperti memesan ojek online, pesan makanan di aplikasi, membeli minuman bubble tea, bayar makan di foodcourt dan ia tak perlu lagi menumpuk banyak kartu di dompetnya yang kecil.

Berkali-kali transaksi non tunai tersebut dilakukan dengan sempurna, cepat dan hemat. Apalagi jika ada diskon atau cashback, Dinar adalah orang yang paling semangat untuk memburu dan mengumpulkan poin-poin yang sedikit demi sedikit akan menjadi bukit. "Gue senang banget ada aplikasi bayar-bayar yang suka kasih diskon ini. Ya namanya manusia, gue sih cari yang nguntungin aja," ujarnya saat berbincang dengan detikFinance, Sabtu.


Dinar mengungkapkan, tak ada yang sempurna di dunia ini. Semua kebahagiaan digital itu pernah berakhir dan benar-benar membuat resah. "Iya, waktu mati lampu di Jakarta tuh gue kan lagi di mall, terus semuanya kan mati ya, listrik mati, internet mati. Yaudah, mau saldo lo berjuta-juta, kalau nggak ada listriknya, ya bisa apa? Balik lagi ke manual, cash semua," kenang dia.

Akhirnya Dinar kembali menjadi warga Jaksel semi digital. Yakni menarik uang di mesin ATM yang masih menyala.



Memang, jaringan listrik PLN sempat padam pada Minggu 4 Agutsus lalu. Matinya listrik ini turut mengganggu operasional sistem perbankan dan jaringan layanan pembayaran digital. Hal ini karena, dibutuhkan listrik sebagai sumber daya mesin untuk bertransaksi.

Namun, untuk bank yang memiliki mesin ATM dengan daya tambahan bisa dengan tenang melayani nasabah tercintanya. Uang tetap bisa ditarik dan transaksi tetap dapat dilakukan.

"Waktu mati listrik di Jakarta, ATM BCA jadi penyelamat orang-orang di Pondok Indah Mall (PIM). Semua pembayaran non tunai kan mati dan nggak beroperasi, ini karena ATM BCA dilengkapi dengan daya tambahan, jadi kalau mati lampu nggak pengaruh," kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja.


Selain masalah listrik, masalah yang biasanya terjadi di pembayaran digital ini adalah gangguan layanan. Misalnya, tidak bisa isi ulang, tak bisa transaksi karena gangguan sinyal dan masalah lain.

Misalnya tak bisa mengisi ulang dan gagal transaksi. Seperti OVO pernah mengalami gangguan transaksi pada 12 Agustus lalu.

"Mohon maaf atas gangguan bertransaksi di OVO, GRab dan Tokopedia. Saat ini tim terbaik kami sedang berusaha memperbaikinya," tulis OVO di akun Instagram resminya @ovo_id.

GoPay juga pernah mengalami gangguan teknis seperti masalah isi ulang melalui transfer m-banking. (das/das)
FOKUS BERITA No Card No Cry
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com