googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Sep 2019 17:27 WIB

Bukalapak PHK Pegawai, Lampu Kuning Industri Ritel?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: detikINET/Irna Prihandini Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Salah satu unicorn Indonesia, Bukalapak melakukan efisiensi perusahaan dengan perampingan jumlah karyawan. Bukalapak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk sejumlah divisi.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan hal ini merupakan peringatan untuk pemerintah yang menjadi pengambil kebijakan untuk perumbuhan ekonomi.

"Ini warning, sektor ritel kan di ujung dari rantai pasok. Artinya pemerintah perlu memperhatikan jangan-jangan di hulunya sudah lama terjadi PHK diam-diam," kata Bhima saat dihubungi detikcom, Selasa (10/9/2019).


Dia mengungkapkan kondisi ini bisa mendorong pelemahan daya beli dan pertumbuhan ekonomi. Menurut Bhima, PHK yang terjadi di Bukalapak mematahkan teori bahwa shifting besar-besaran dari konsumsi ritel konvensional ke ritel online.

Faktanya, menurut Bhima sama-sama berat baik pemain konvensional maupun online. "Konsumsi rumah tangga memang rendah yakni di ksiaran 5%, kemudian kelas menengah dan atas yang tadinya diandalkan untuk mendorong konsumsi akhirnya terpaksa menahan belanja," jelas dia.


Kemudian konsumen juga khawatir dengan isu resesi ekonomi global, perang dagang dan rendahnya harga komoditas.

Simak Video "Bukalapak Hilang di Play Store, Bagaimana Nasib Pengguna?"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com