Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 13 Sep 2019 14:39 WIB

Hei Investor, Hati-hati Suntik Modal ke Unicorn!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Fuad Hasim Foto: Tim Infografis: Fuad Hasim
Jakarta - Salah satu unicorn asal Indonesia, Bukalapak melakukan efisiensi perusahaan dengan pengurangan jumlah pegawai. Pihak Bukalapak menyebut hal ini dilakukan agar perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang berkesinambungan.

Direktur riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan saat ini kondisi ekonomi digital khususnya bisnis startup masih baik-baik saja.

"Memang di tengah perlambatan ekonomi global, saat ini aliran modal masuk ke startup diduga melambat karena investor cenderung lebih berhati-hati," kata Piter saat dihubungi detikcom, Jumat (13/9/2019).

Piter menjelaskan, hampir semua startup berstatus unicorn selama ini menggantungkan cashflow dari aliran modal investor dan belum bisa berharap dari keuntungan.


"Bahkan banyak dari mereka masih menanggung kerugian karena bakar uang," jelas dia.

Menurut Piter, jadi wajar ketika aliran modal terhenti sementara belum ada keuntungan dan ada startup atau unicorn melakukan pengurangan atau efisiensi perusahaan seperti mengurangi pegawai.

Sebelumnya diketahui, Bukalapak mengonfirmasi perusahaannya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sejumlah karyawannya. Hal ini dilakukan Bukalapak sebagai upaya restrukturisasi.

"Di skala perusahaan yang sudah tumbuh sebesar ini, tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company. Terutama untuk menjamin visi kami untuk terus tumbuh sebagai sustainable e-commerce dalam jangka panjang," kata manajemen Bukalapak.



Simak Video "Bukalapak Hilang di Play Store, Bagaimana Nasib Pengguna?"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com