Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Sep 2019 11:48 WIB

Tak Hanya Fintech, Peminjam Uang Online Juga Harus Beretika

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk lebih beretika dalam melakukan pinjaman online melalui fintech. Sebab nasabah yang selama ini jadi korban terkadang juga tak beretika dalam mengajukan pinjaman.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, fintech pembiayaan yang bersifat peer to peer lending merupakan pinjaman yang tidak berhubungan langsung antara si peminjam dan pemberi pinjaman. Dengan sifat itu, pinjaman online sangat mudah.

"Proses pinjam meminjam hanya selagi percaya karena hanya melalui internet," ujarnya Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di JCC, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Saking mudahnya, tambah Wimboh, ada nasabah fintech yang bahkan meminjam langsung dengan banyak fintech sekaligus. Bahkan menurutnya ada yang sampai 20 fintech sekaligus.


"Ada contoh ada costumer memohon pinjaman dari 20 fintech berbeda, kan nggak mungkin itu," tambahnya.

Menurut Wimboh nasabah fintech seperti membahayakan dirinya sendiri. Untuk itu dia mengingatkan agar nasabah fintech juga harus memiliki etika.

"Kode etik bukan hanya bagi penyedia fintech tapi juga bagi costumer. Jadi kode etik ini bukan hanya penyedia layanan tapi juga bagi peminjam," tambahnya.

Meski begitu, Wimboh juga mendorong adanya landasan hukum untuk perlindungan nasabah. Khususnya yang mengatur perlindungan data nasabah. Sebab tidak sedikit juga adanya oknum fintech yang menyalahgunakan data nasabah.

Simak Video "Telat Bayar Utang Fintech, Wanita di Solo Diteror"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com