Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Sep 2019 20:00 WIB

Fintech Mulai Sasar Kredit ke Ribuan UMKM

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta - Layanan financial technology (fintech) kini mulai menyasar pelaku UMKM untuk memberikan pendanaan modal lewat sistem pinjaman peer-to-peer. Salah satu fintechnya ialah Tokomodal.

Hal ini dilakukan seiring dengan tujuan Tokomodal menyasar pebisnis UMKM seperti pebisnis kecil dan warung-warung berskala kecil, guna mendorong inklusi keuangan.

Co-Founder dan CEO Tokomodal, Chris Antonius mengatakan, Tokomodal menjangkau pebisnis UMKM didasari pada masalah yang sering sering ditemui pemilik warung-warung UMKM, yakni keterbatasan modal untuk belanja sehingga mengalami opportunity loss.

"Kalau pakai pinjaman konvensional di bank prosesnya memakan waktu lama. Sementara dengan sistem peer to peer lending, di mana kami sebagai platform matchmaking, ada warung yang dalam sehari bisa transaksi dua sampai tiga kali," kata Chris, dalam keterangannya, Rabu (25/9/2019).

Dia mengatakan, frekuensi peminjaman modal di Tokomodal lebih tinggi ketimbang di perbankan, tujuannya pebisnis dan pemilik warung kecil bisa memiliki persediaan barang lebih banyak dan omzetnya pun meningkat.

Chris mengatakan, warung-warung yang bisa mengajukan pinjaman modal adalah UMKM yang sudah dibina oleh Alfamikro. Sebelumnya, warung binaan Alfamikro ini memanfaatkan fasilitas pinjaman dengan model cash on delivery.

"Setelah adanya aplikasi Tokomodal dari perusahaan PT. Toko Modal Mitra Usaha ini, para peminjam difasilitasi dengan teknologi finansial yang membuat proses peminjaman dana menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan biayanya lebih ringan," kata Chris.

Lebih lanjut, Chris mengatakan, Tokomodal bekerja sama dengan Alfamikro untuk proses seleksi dan pembinaan calon peminjam (pebisnis UMKM). Adanya seleksi dan pembinaan ini dimaksudkan agar mereka yang menerima pinjaman memang benar UMKM yang layak. Tujuannya untuk menjamin keamanan pemodal dalam memberikan pinjaman.

Jumlah UMKM yang telah mendapatkan bantuan pinjaman dari platform ini sebanyak 10.000 warung UMKM di 100 kota di 22 provinsi di Indonesia. Jumlah pemodal yang telah bergabung untuk memberikan modal di Tokomodal telah mencapai 1.200 pemodal.

Tokomodal menarget, jumlah UMKM yang dibantu bisa meningkat menjadi 15.000 UMKM pada akhir 2019. Target itu sejalan dengan harapan OJK mengenai banyaknya penerima pinjaman modal usaha yang bisa dijangkau oleh pelaku teknologi finansial peer-to-peer lending.

Sebelumnya, Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan OJK, Hendrikus Passagi mengatakan, OJK tidak pernah mengukur aktif atau tidaknya platform pendaan dari jumlah yang diberikan.

"Kami akan selalu mempertanyakan sudah berapa jumlah orang diberikan pinjaman, karena itulah sebenarnya esensi dari inklusivitas pendanaan, yaitu menyejahterakan orang banyak untuk mewujudkan keadilan sosial," ujar Hendrikus.

Chris yang juga merupakan Wakil Ketua untuk Sektor Produktif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebutkan, pinjaman modal usaha tak mengenai inklusivitas tetapi juga perlindungan data pribadi pemodal dan peminjamnya.

Untuk itu, Chris mengimbau agar masyarakat yang mengajukan pinjaman online harus memastikan untuk meminjam melalui platform fintech yang terdaftar di OJK agar terjamin keamanannya.

Hal itu bisa diketahui dengan perlindungan data pribadi pada platform tersebut, di mana platform legal hanya bisa mengakses kamera, mikrofon, dan lokasi, tanpa permintaan akses terhadap kontak ataupun galeri di smartphone pengguna.

"Menurut saya, perlindungan data pribadi adalah sebuah proses yang tiada akhirnya. Komitmen kami berinovasi, karena dengan ancaman teknologi yang semakin canggih, istilahnya kami akan semakin melawan," katanya.

Simak Video "adv sino fintech"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com