Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 14 Okt 2019 18:20 WIB

Untung Mana, Investasi di Fintech, Deposito Atau Reksa Dana?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta - Instrumen investasi produk keuangan kini beragam jenisnya. Mulai dari reksa dana, saham, deposito, emas sampai pendana di fintech peer to peer lending.

Menjadi pemberi dana di fintech P2P disebut memiliki keuntungan yang tinggi. Imbal hasil yang diberikan mulai dari 14-20% per tahun.

Mengutip koinworks.com, Senin (14/10/2019), pendanaan yang tepat bisa memberikan keuntungan yang berlipat. Pasalnya Koinworks memberikan bunga efektif hingga 18% per tahun.

Selain itu KoinWorks juga menyisihkan sebagian pendapatan untuk menjamin keamanan dana para pendana yang tersalur melalui platform KoinWorks. Di KoinWorks investasi mulai Rp 100.000 sudah bisa menjadi pemberi pinjaman online dengan bunga tinggi.

KoinWorks sebagai penyelenggara P2P memberi akses yang mudah dan terjangkau bagi pendana dan peminjam untuk memenuhi kebutuhan finansial. KoinWorks memangkas biaya dan mempercepat proses sehingga lebih efektif daripada lembaga keuangan tradisional.



Peminjam yang mencari pinjaman online tanpa jaminan non bank dengan bunga pinjaman lebih rendah akan dihubungkan dengan pendana yang mencari return pendanaan alternatif yang lebih menguntungkan.

"Dengan kata lain, peminjam membayar lebih sedikit, pendana mendapatkan lebih banyak," bunyi keterangan tersebut.

Untuk fintech Amartha juga memberikan keuntungan hingga 15% per tahun. Cara kerjanya pendana akan memilih mitra peminjam sesuai dengan pertimbangan risiko. Selain itu juga ada yang memilih berdasarkan lokasi, jenis usaha dan plafon pinjaman.

Amartha juga memberikan prediksi, pembayaran pokok dan margin secara mingguan kepada pendana. Dana tersebut dapat digunakan untuk mendanai kembali atau ditarik.

Kemudian untuk Tanifund, fintech P2P yang memberi fasilitas untuk pendana dan petani untuk menghasilkan panen yang sukses. Cara kerjanya, pendana bisa memilih investasi di program peternakan, pertanian sampai perikanan.

Setiap program budidaya unik dan memiliki profil imbal hasil maupun risiko yang berbeda-beda. Tanifund juga menyediakan prospektus agar pendana bisa memahami produk maupun prosesnya.



Jika penggalangan dana sudah berakhir, petani akan mulai budidaya sesuai jadwal. Seluruh kegiatan bertani dan pembelanjaan akan diawasi secara dekat. Setelah itu, petani binaan Tanifund sudah menggunakan perangkat komunikasi. Hal ini untuk mempermudah monitoring dari pendana agar tetap mendapatkan informasi atau perkembangan terbaru secara rutin.

Pembiayaan Tanifund memiliki skema bagi hasil yang bervariasi. Semua tergantung pada jenis program budidaya. Skema paling umum yang dilakukan adalah 40% untuk pemodal, 40% untuk penggarap program budidaya dan 20% untuk Tanifund.

Persentase imbal hasil yang ditampilkan pada program dengan pembiayaan jenis inilah yang merupakan kisaran estimasi dari konservatif hingga optimis.

Rata-rata bunga deposito perbankan untuk jangka waktu satu tahun berada di kisaran 4,5% - 6%. Namun risiko di deposito terbilang rendah.

Simak Video "Dapat Tugas Tambahan Urus Investasi, Luhut: Ya Terima Saja"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com