Pengguna LinkAja Sudah Tembus 40 Juta, Kok Bisa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 17 Des 2019 14:23 WIB
Foto: LinkAja
Jakarta - Layanan financial technology (fintech) LinkAja menjelang akhir 2019 mencatat pengguna terdaftar lebih dari 40 juta.

Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana mengungkapkan angka ini melebihi target yang ditetapkan. Dia menjelaskan tingginya realisasi pengguna itu tak lepas dari strategi perusahaan yang gencar menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan pembayaran digital.

"Pelan tapi pasti semakin terwujud berkat adanya kerja sama dengan berbagai pihak lintas sektor. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah transaksi sebanyak lima kali lipat sejak beroperasi pada bulan Februari 2019. 82% pengguna LinkAja pun tersebar di luar Jakarta, dengan 52% pengguna berada di luar pulau Jawa seperti kota-kota di Sumatra bagian utara, Sumatra bagian tengah, dan Sulawesi," ujar Danu dalam acara Media Gathering di Kantor LinkAja, Jakarta, Selasa (17/12/2019).


Ditambahkannya, LinkAja memiliki akses cash in kepada masyarakat di lebih dari 700,000 titik pada akhir 2019, baik berupa bank channel, modern retail, hingga layanan keuangan digital.

Ia bahkan membeberkan, LinkAja sudah menggandeng lebih dari 250.000 merchant. LinkAja juga telah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk menjadi sumber pengisian dana/ saldo di beberapa aplikasi nasional seperti Gojek, Bluebird Group, Damri, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, dan masih banyak lagi.


Besarnya jumlah pengguna LinkAja juga didukung oleh beragam program pemerintah. Menjangkau masyarakat suburban, LinkAja telah melakukan kerja sama dengan beberapa pemerintah daerah melalui digitalisasi pasar tradisional, layanan retribusi, hingga pengembangan UMKM.

Hingga akhir 2019 LinkAja telah melakukan digitalisasi pasar di Pasar Gunung Sahari Cirebon, Pasar Pabeng-baeng Makassar, Pasar Peterongan Semarang, dan Pasar Beringharjo Yogyakarta.

Selain itu LinkAja juga berkontribusi pada Proyek Percepatan Keuangan Inklusif yang diinisiasi oleh Dewan Nasional Keuangan Inklusif untuk proyek percontohan ekosistem pembayaran nontunai di Desa Pegagan Kidul, Kabupaten Cirebon dan Desa Tanjung Batu di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

"Kami harap LinkAja tidak hanya berperan untuk mengedukasi masyarakat, tetapi juga menjadi solusi bagi permasalahan peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. LinkAja optimistis tujuan program Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan oleh pemerintah dapat segera tercapai berkat adanya sinergi berbagai pihak untuk menyediakan kemudahan akses pembayaran digital bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Danu.

Simak Video "Digitalisasi di Jogja, Belanja Cashless di Pasar Pakai LinkAja"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)