Bukan Cuma Binomo, Ini Sederet Investasi yang Masuk Radar Bappebti!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 09 Jan 2020 21:15 WIB
Foto: Angga Aliya ZRF/detikcom
Jakarta - Pemerintah sudah berkali-kali memblokir situs penyedia jasa investasi trading ilegal, Binomo yang selalu muncul dengan domain baru. Tapi ternyata, tak hanya Binomo yang tercatat sebagai broker ilegal.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti menyebutkan, situs sejenis seperti Olymp Trade, IQ Option, FBS, dan sebagainya juga ilegal.

"Selain Binomo, terdapat banyak entitas-entitas yang masuk radar Bappebti, diantaranya Olymp Trade, IQ Option, FBS, Insta Forex, Octa FX, dan masih banyak lagi entitas sejenisnya," kata Tjahya kepada detikcom, Kamis (9/.1/2020).


Sehingga, pengawasan terhadap situs-situs yang tak memiliki izin usaha sebagai Pialang Berjangka akan terus berlanjut tanpa henti.

"Bappebti akan terus menerus melakukan pemantauan dan pengawasan tanpa batasan waktu, selama masih ditemukan entitas tak berizin dari Bappebti yang melakukan kegiatan di bidang Perdagangan Berjangka di wilayah NKRI," tegas Tjahya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Lamon Rutten mengatakan, FBS saat ini masih dapat diakses. Ia menegaskan, situs tersebut jelas mencari mangsa di Indonesia.

"Coba lihat out www.idn-fbs.trade. Masih aktif dan sangat jelas menargetkan masyarakat Indonesia. FBS adalah broker ilegal yang besar," tutur Lamon ketika dihubungi detikcom secara terpisah.

Menurut Lamon, situs jasa trading dengan broker binary option sebagian besar berbahaya bagi masyarakat.

"Broker ilegal umumnya sangat tidak jujur. Dan platform binary option seperti Binomo adalah yang terburuk dari semua (jenis trading forex)," papar Lamon.


Lamon mengungkapkan, hanya ada satu broker binary option di dunia yang legal dan resmi, yakni NADEX yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Namun, tetap saja transaksi perdagangan di situs tersebut berisiko tinggi.

"Trading di NADEX sangat berisiko tapi legal. Ibaratnya seperti casino wheel dengan 21 angka hitam, 21 angka putih, dan 1 angka kosong. Anda bisa bermain di hitam, tapi Anda tahu bahwa Anda hanya memiliki 21/43 kesempatan untuk menang, dan 22/43 kesempatan untuk kalah," ujarnya.

Lamon mengungkapkan, semua broker binary option yang beroperasi di Indonesia adalah ilegal.

"Sepengetahuan saya, semua platform binary option yang beroperasi di Indonesia tidak resmi. Mungkin mereka terdaftar di Belize, Cyprus dan sebagainya, tapi itu tidak membuktikan bahwa mereka resmi dan legal. Semua itu sangat berbahaya," tutup Lamon.

Simak Video "Investasi Kurban Tak Cair, Ratusan Orang Geruduk Rumah Mewah di Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)