Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Feb 2020 16:42 WIB

Gojek Buka Suara soal 'Kawin' dengan Grab

Danang Sugianto - detikFinance
Gojek meresmikan logo barunya yang melambangkan kekuatan ekosistem Gojek sekaligus apresiasi kepada seluruh pengguna dan mitra Gojek. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Founder dan CEO Gojek Nadiem Makarim. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Manajemen Gojek buka suara soal merger dengan Grab. Gojek membantah hal tersebut.

"Tidak ada rencana merger, dan pemberitaan yang beredar di media terkait hal tersebut tidak akurat," kata Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek dalam keterangannya, Selasa (25/2/2020).

Sebelumnya, Tech in Asia yang mengutip The Information, Selasa (25/2/2020), menulis kedua 'musuh bebuyutan' itu masih jauh dari kata sepakat untuk merger. Masih banyak yang harus dibahas lebih lanjut, seperti valuasi perusahaan dan lain-lain.

Menurut sumber tersebut, Grab sudah melaporkan ke para investornya jika Gojek minta 50% kepemilikan saham di perusahaan baru hasil 'perkawinan' dua unicorn tersebut. Sementara Grab ingin menguasai penuh perusahaan baru tersebut.

Rumor merger antara dua perusahaan penyedia transportasi darat ini mulai muncul setelah pendiri Gojek Nadiem Makarim mundur untuk jadi menteri pendidikan RI Oktober lalu.

Kompetisi antara Grab dan Gojek memang makin sengit, keduanya tak segan-segan bakar duit demi memberi subsidi dan promosi kepada pelanggan.

Tech in Asia juga melakukan hitung-hitungan apakah merger antara Grab dan Gojek ini bisa masuk akal dan menguntungkan. Perhitungannya, perusahaan hasil merger itu bisa menghasilkan omzet hingga US$ 16,7 miliar (sekitar Rp 240 triliun) setahun dengan valuasi hingga US$ 72 miliar (Rp 1.000 triliun) di 2025.



Simak Video "Gojek Klaim Jumlah Bos Perempuannya Lebih Banyak Dibanding yang Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com