Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 01 Apr 2020 19:30 WIB

Bukalapak Tutup Akun Penipu Berkedok Penjual Alat Kesehatan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Bukalapak Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Bukalapak menutup ribuan akun pelapak yang memanfaatkan situasi pandemi untuk meraup keuntungan.

CEO Bukalapak, Rachmad Kaimuddin mengungkapkan banyak akun pelapak yang meraup keuntungan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

"Selain itu menjual barang dengan deskripsi yang tidak sesuai, serta memperjual belikan alat kesehatan yang tidak sesuai aturan BPOM dan Kemenkes, apabila melanggar hukum, pasti akan kami tindak," kata Rachmat dalam siaran pers, Rabu (1/4/2020).

Dia mengungkapkan, Bukalapak menggandeng Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut dan menindak oknum pelaku penipuan dan penimbun alat kesehatan yang sangat merugikan masyakat.

"Bukalapak tidak akan menoleransi segala bentuk penipuan, penyalahgunaan dan pelanggaran di platform, di tengah-tengah berkembangnya pandemi COVID-19 dan makin banyaknya masyarakat yang membutuhkan berbagai alat kesehatan," jelas dia.

Setiap bentuk penipuan online, penimbun alat kesehatan dan penjual rapid test sangat merugikan masyarakat sehingga akan segera dilaporkan ke pihak yang berwajib (POLRI) untuk dilakukan penindakan sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Rachmat mengungkapkan, modus penipuan yang digunakan sangat beragam, termasuk melalui pengiriman barang bodong dan juga melalui phishing. Phishing adalah salah satu metode andalan penipu di tengah timbulnya permintaan tinggi dan kepanikan masyarakat untuk mencari alat kesehatan.

Melalui phishing, seorang penipu meminta target untuk memberikan data-data penting di tautan yang tidak resmi dengan berbagai alasan, yang berujung peretasan.

"Kerjasama antara Bukalapak dengan POLRI untuk pengusutan dan penindakan diharapkan akan membuat masyarakat yang sedang bekerja, belajar dan beribadah di rumah tetap bisa memperoleh alat kesehatan dan kebutuhan sehari-hari di Bukalapak dengan aman, nyaman dan terjangkau," jelas dia.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com