Hati-hati Fintech Abal-abal Muncul Manfaatkan Kesulitan Masyarakat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 09 Apr 2020 10:33 WIB
Fintech
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta -

Satuan Tugas Waspada Investasi menyebut di tengah kondisi pandemik Corona ada banyak fintech lending ilegal yang memanfaatkan kesempatan. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan fintech tersebut menyasar masyarakat yang sedang kesulitan.

"Masih banyak penawaran fintech lending ilegal yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan," kata Tongam saat dihubungi detikcom, Kamis (9/4/2020).

Dia mengungkapkan, para fintech ilegal tersebut mencari masyarakat yang membutuhkan uang dalam waktu cepat.

"Jadi sasaran mereka masyarakat yang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif dengan waktu pendek dan mereka kasih bunga yang tinggi," ujarnya.



Tongam menjelaskan saat ini Satgas juga menerima laporan masyarakat terkait perilaku penagihan fintech yang tidak beretika. Pihaknya bersama Kementerian Kominfo terus memberantas fintech lending ilegal ini.

Dari data Satgas per 31 Maret 2020 sudah ada sebanyak 508 entitas fintech peer to peer lending ilegal yang ditangani dan diblokir.

Namun fintech-fintech tersebut terus muncul dengan nama yang baru dan pelaku yang sama. "Untuk itu, kami sangat mengharapkan peran serta masyarakat dalam memberantas fintech lending ilegal ini," jelas dia.

Apakah Liverpool gagal menjadi juara lagi?



Simak Video "Data Nasabah KreditPlus Bocor dan Dijual, Begini Respons OJK"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)