Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Mei 2020 11:45 WIB

Uber Mau Beli Startup Pengiriman Sembako di Tengah Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Bawa Daging Babi, Pelanggan Uber di Melbourne Mengaku Ditolak Seorang Supir Muslim Foto: ABC Australia
New York -

Uber dilaporkan akan mengakusisi startup pengiriman makanan dan bahan pokok berbasis online Grubhub. Kabar ini dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

Setelah kabar perusahaan jasa transportasi berbasis online ini membuat penawaran kepada Grubhub, saham Grubhub melonjak lebih dari 35%.

Namun, hingga berita ini beredar juru bicara Uber enggan berkomentar mengenai rumor merger dan akusisi tersebut.

"Kami belum bisa mengomentari rumor tertentu. Kami tetap fokus pada penambahan nilai saham kami. Seperti yang sering kami kata secara konsisten. Kami juga selalu melihat peluang jika itu akan meningkatkan nilai perusahaan kami," kata juru bicara Uber. Dikutip dari CNN, Rabu (13/5/2020).

"Saat ini kami masih yakin dengan strategi kami dengan terus meningkatkan jasa antar makanan guna mendukung restoran di masa krisis saat ini," lanjut juru bicara Uber.


Kesepakatan akuisisi Uber terhadap Gruphub dikabarkan akan menggabungkan dua platform pengiriman makanan di tengah meroketnya permintaan layanan tersebut. Uber Eats telah dipandang sebagai titik terang bagi perusahaan di tengah pandemi Corona yang memaksa orang tetap di rumah.

"Virus Corona menjadi titik terang bagi perusahaan di layanan antar jemput makanan, Uber Eats," kata CEO Uber Dara Khosrowshahi.

Saham Uber pun naik 8% di perdagangan pada Selasa kemarin.

Grubhub sendiri adalah layanan jasa pengiriman makanan dan bahan pokok makanan. Perusahaan ini didirikan pada 2004. Kini Grubhub bersaing ketat dengan jasa layanan antar online lainnya, seperti Uber, DoorDash dan Postmates.



Simak Video "adv sino fintech"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com