Segera Hadirkan Layanan Lebih, OVO Paylater Istirahat Sementara

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 12:59 WIB
Ilustrasi OVO
OVO/Foto: Vanita Dewi Prastiwi
Jakarta -

Perusahaan fintech dompet digital mulai memperketat fitur paylater, salah satunya OVO. Pihak OVO pun buka suara terkait kebijakan itu.

Head of Public Relations OVO Sinta Setyaningsih mengatakan fitur paylater sebenarnya menjadi tren yang diminati milenial. Fitur itu untuk memfasilitasi lebih banyak penggunaan di e-commerce, terutama selama masa pandemi.

OVO paylater itu sejatinya terus tumbuh. Pihak OVO pun terus mengembangkan layanan tersebut.

Terkait kebijakan pengetatan dan penyetopan layanan paylater di Tokopedia, Sinta mengaku tak bisa menjelaskan secara detail. Sebab fitur paylater juga tengah dikembangkan.

"Seiring dengan pertumbuhan dan pengembangan layanan PayLater, untuk sekarang ini kami belum dapat menginformasikan secara detil mengenai kebijakan tersebut karena kami juga masih dalam tahap pengembangan pada layanan ini demi menghadirkan layanan PayLater yang lebih komprehensif," ujarnya kepada detikcom, Senin (21/9/2020).

"Saat ini kami tengah mengevaluasi metode pencairan pinjaman dan pembayaran guna melindungi pengguna kami dan menawarkan opsi pembayaran kembali, agar ke depannya semakin banyak pengguna yang dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi dengan OVO," tambahnya.

Sinta mengakui OVO juga tengah melakukan berbagai upaya untuk beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19 yang tengah mengguncang perekonomian Indonesia. Oleh karena itu pihaknya juga terus melakukan komunikasi dengan pihak regulator dan pemerintah.

"OVO telah membentuk gugus tugas di dalam perusahaan untuk memastikan kami memiliki strategi yang tepat dalam kondisi ekonomi baru, melakukan relokasi sumber daya kami dan terus-menerus meninjau kembali strategi kami untuk menjangkau pasar secara lebih baik," tuturnya.

OVO diketahui telah membekukan sementara waktu layanan paylater-nya di Tokopedia. Menurut info umum di aplikasi Tokopedia diinformasikan bahwa hal itu dilakukan karena pandemi.

"Hal ini dikarenakan adanya pandemi virus corona yang membuat perekonomian di Indonesia menjadi menurun. Namun, jangan khawatir kami akan tetap berusaha memaksimalkan pelayanan kami untuk seluruh pelanggan setia Tokopedia," bunyi pengumuman tersebut.

Selain itu di aplikasi OVO sendiri ada pengumuman pembayaran tagihan OVO paylater harus dilakukan secara penuh mulai 27 April 2020 yang lalu. Sekali lagi alasannya karena pandemi COVID-19.

"Mengingat keadaan Indonesia yang saat ini dalam menghadapi pandemi COVID-19, dengan berat hati mulai tanggal 27 April 2020 pembayaran tagihan OVO paylater di aplikasi OVO akan dilakukan secara penuh sesuai dengan jumlah tagihan di bulan berjalan agar kamu tetap dapat menggunakan fasilitas OVO paylater kamu," tulis OVO.

(das/ara)