Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Paylater dan Kartu Kredit

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 14:27 WIB
kartu kredit
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Beberapa perusahaan fintech dompet digital mulai memperketat fitur bayar nantinya atau paylater. Kebijakan itu diambil di tengah masa pandemi COVID-19.

Fitur ini sebenarnya sedang naik daun. Para pengguna dompet digital cukup banyak memanfaatkan layanan ini. Lalu apa bedanya paylater dengan layanan perbankan serupa seperti kartu kredit?

Pada dasarnya fungsi paylater hampir sama dengan kartu kredit yang sama-sama memiliki limit. Pengguna bisa memanfaatkan layanan ini untuk berbelanja lalu bayarnya nanti sesuai jadwal. Ada yang bisa dilunasi langsung pada saat tanggal ditetapkan tanpa kena bunga, ada juga yang bisa dicicil dengan pengenaan bunga.

Namun ada beberapa perbedaan dari paylater dengan kartu kredit. Perbedaan yang paling utama tentunya adalah penggunaan teknologinya di masing-masing sistem pembayaran tersebut. Paylater menerapkan layanan full digital, sementara kartu kredit masih menggunakan fisik.

Perbedaan lainnya dari sisi persyaratan, paylater jauh lebih mudah ketimbang kartu kredit. Untuk kartu kredit nasabah harus melalui beberapa proses manual, seperti mengisi beberapa dokumen seperti form data diri dan lain sebagainya.

Kemudian ketika sudah diajukan, pihak bank melakukan proses survei. Biasa dalam proses ini pihak bank menghubungi beberapa pihak yang dicantumkan dalam data nasabahnya. Tujuannya untuk memastikan kebenaran data tersebut. Kartu kredit juga biasanya melalui proses BI checking.

Sementara paylater pengisian data dokumen full dilakukan secara online, termasuk foto diri dan kartu identitas. Namun pihak dompet digital tidak melakukan survei. Proses jauh lebih longgar.

Kemudian dari sisi penggunaannya, biasanya limit awal paylater jauh lebih sedikit dibandingkan kartu kredit. Namun untuk limit paylater akan berangsur naik jika penggunanya disiplin dalam pembayaran dan catatan riwayat transaksinya dianggap baik.

Lalu dari sisi penggunaan, kartu kredit jauh lebih luas, karena bisa digunakan untuk transaksi secara offline dan online. Merchant-nya juga sangat banyak, baik untuk belanja pakaian, makan di restoran, hingga belanja kebutuhan sehari-hari.

Sementara untuk paylater hanya biasanya lebih terbatas ruang penggunaannya. Seperti misalnya OVO yang fitur layanan paylater-nya hanya bisa digunakan di satu e-commerce yakni Tokopedia. Meskipun saat ini layanan OVO paylater di Tokopedia sedang dibekukan. Kemudian Shopee paylater yang tentunya hanya bisa digunakan di Shopee.

Intinya paylater dan kartu kredit adalah alat ganti pembayaran untuk belanja. Berbeda dengan fasilitas pinjaman seperti KTA ataupun pinjaman online, paylater dan kartu kredit tidak bisa dicairkan secara tunai.

(das/ara)