Perusahaan Fintech Jack Ma Mau IPO, Bidik Rp 511 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 08:57 WIB
Jack Ma
Foto: Reuters
Jakarta -

Perusahaan fintech milik taipan asal China Jack Ma, Grup Ant, berencana melakukan penawaran umum perdana alias IPO. Ant sendiri membidik investasi di pasar modal senilai US$ 35 miliar atau Rp 511 triliun (kurs Rp 14.600).

Jumlahnya cukup besar dan menempatkan raksasa fintech China itu mencetak rekor pada penjualan saham debutnya. IPO Ant bisa melampaui rekor penjualan Saudi Aramco senilai $ 29 miliar Rp 423 triliun.

Dilansir dari The Japan Times, Selasa (22/9/2020), Ant menaikkan target IPO-nya berdasarkan peningkatan penilaian pasar sekitar US$ 250 miliar, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 225 miliar.

Padahal, sebelumnya mereka hanya mengharapkan untuk mengumpulkan setidaknya US$ 30 miliar pada debutnya di pasar modal Shanghai dan Hong Kong.

Ant sudah menerima persetujuan dari regulator di Shanghai, pada hari Jumat untuk melanjutkan penjualan saham publiknya. Namun, perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini masih melakukan audiensi dengan bursa saham Hong Kong.

Sebagai informasi, Ant sendiri tumbuh dari aplikasi pembayaran Alipay. Mereka mendapatkan sebagian besar pendapatannya dari memberikan pinjaman cepat untuk masyarakat, hal ini telah mendorong belanja konsumen China yang terus meningkat. Mereka juga menjalankan bisnis asuransi dan dana pasar uang, selain menyediakan penilaian kredit dan layanan teknologi untuk industri keuangan.

Alipay sendiri memiliki 711 juta pengguna aktif, sebagian besar di China. Bagi mereka yang tidak memiliki uang tunai untuk dibelanjakan melalui Alipay, Ant mengoperasikan layanan yang membagikan pinjaman kecil tanpa jaminan bernama Huabei (Just Spend) dan Jiebei (Just Lend).

Huabei berfokus pada pinjaman konsumen cepat untuk pembelian iPhone dan lemari es, sementara Jiebei membiayai apa pun mulai dari perjalanan hingga pendidikan.

Ant menggunakan sebagian modalnya untuk pinjaman ini, tetapi sebagian besar uang itu berasal dari bank, dengan perusahaan bertindak sebagai pintu gerbang. Platform tersebut memberikan pinjaman kepada sekitar 500 juta orang dalam 12 bulan hingga Juni.

(fdl/fdl)