Mulai Kepincut, Bank-bank AS Terima Setoran dan Pinjaman Bitcoin

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2021 09:35 WIB
A bitcoin (virtual currency) coin placed on Dollar banknotes, next to computer keyboard, is seen in this illustration picture, November 6, 2017. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Foto: Reuters
Jakarta -

Ledakan harga Bitcoin telah membuat para bank melirik mata uang kripto tersebut. Bank California misalnya yang kini menerima setoran cryptocurrency dan membagikan pinjaman yang didukung bitcoin.

Melansir CNN, Selasa (23/2/2021), saham Silvergate Capital (SI), bank yang memiliki spesialisasi cryptocurrency telah naik lebih dari 120% sepanjang tahun ini. Jika dihitung dari semenjak go public pada November 2019 telah naik hampir 1.300%.

Semakin banyak perusahaan jasa keuangan, seperti Bank of New York Mellon (BK), Visa (V), MasterCard (MA) dan BlackRock (BLK), mulai merangkul Bitcoin. Tapi bisa dibilang tidak ada bank yang sepenuhnya terjun pada crypto seperti Silvergate.

CNN Business berbicara dengan CEO Silvergate Alan Lane tentang bisnis bank Bitcoin dan apa yang dia prediksi selanjutnya untuk dunia crypto.

Silvergate memutuskan untuk menjelajah ke cryptocurrency setelah Lane secara pribadi berinvestasi dalam Bitcoin untuk pertama kalinya pada tahun 2013. Dia menyadari ada kebutuhan akan lembaga keuangan yang dapat fokus pada transaksi mata uang kripto, termasuk mengambil simpanan dan memberikan pinjaman.

Bank semacam itu harus dapat melayani klien kapan saja, katanya, karena bitcoin tidak seperti mata uang, saham, obligasi, dan aset keuangan yang didukung pemerintah lainya, perdagangan bitcoin tidak pernah berhenti.

"Kami mulai dengan akun deposit crypto untuk pelanggan dan dengan cepat mengetahui bahwa perusahaan membutuhkan lebih banyak bantuan di luar perbankan tradisional 40 jam seminggu," kata Lane.

Kenapa bank-bank di AS mulai kepincut dengan Bitcoin? klik halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Membaca Dampak yang Timbul Usai Elon Musk Investasi ke Bitcoin

[Gambas:Video 20detik]



Silvergate saat ini memiliki sekitar US$ 5 miliar dalam setoran yang didukung mata uang kripto. Tetapi nilai jual terbesar bank bagi pelanggan adalah Silvergate Exchange Network (SEN), yang memungkinkan klien mentransfer dolar ke pertukaran mata uang digital kapan saja.

"Keunggulan SEN adalah begitu rekening simpanan dibuka, Anda dapat bertransaksi dengan orang lain dengan metode yang mulus dan transfer instan," tambahnya.

Silvergate mengumumkan pada bulan Oktober bahwa mereka telah melayani transfer lebih dari US$ 100 miliar sejak SEN mulai beroperasi pada tahun 2017.

Lane mengatakan, pelanggan bank mereka paling banyak adalah investor institusi dan perusahaan lain yang berbisnis dengan bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Klien Silvergate termasuk Coinbase, perusahaan dompet bitcoin yang berencana untuk go public akhir tahun ini, dan Square (SQ), raksasa pembayaran yang dipimpin Jack Dorsey yang memungkinkan pelanggan untuk membeli dan menjual bitcoin.

Perusahaan juga telah memperluas bisnis pinjamannya untuk mengambil keuntungan karena lebih banyak perusahaan keuangan yang ingin berinvestasi dalam bitcoin. Bank tersebut meluncurkan produk yang disebut SEN Leverage tahun lalu, yang memberi perusahaan investasi pinjaman yang dijaminkan bitcoin.

"Anggap saja seperti pinjaman margin: Pelanggan menyetor bitcoin dan kami kemudian meminjamkan mereka dolar, yang banyak digunakan klien tersebut untuk membeli lebih banyak bitcoin," kata Lane.

Itu semua membuat saham Silvergate menjadi semacam proksi untuk bitcoin. Saham cenderung naik ketika bitcoin naik dan sebaliknya saham akan jatuh ketika harga kripto turun. Hal itu pun bagus untuk saham perusahaan akhir-akhir ini, tetapi jelas bahwa Silvergate jauh lebih berisiko daripada saham bank rata-rata Anda. Saham Silvergate turun 4% pada hari Senin, misalnya, karena harga bitcoin (XBT) merosot.

(das/fdl)