Bill Gates Sindir Elon Musk yang Keranjingan Bitcoin: Uang Dia Banyak!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 21:15 WIB
FILE - In this Feb. 1, 2019, file photo, Bill Gates smiles while being interviewed in Kirkland, Wash. Washington states richest residents, including Gates and Jeff Bezos, would pay a wealth tax on certain financial assets worth more than $1 billion under a proposed bill whose sponsor says she is seeking a fair and equitable tax code. Under the bill, starting Jan. 1, 2022, for taxes due in 2023, a 1% tax would be levied not on income, but on extraordinary assets ranging from cash, publicly traded options, futures contracts, and stocks and bonds. (AP Photo/Elaine Thompson, File)
Foto: AP/Elaine Thompson
Jakarta -

Pendiri Microsoft Bill Gates mengungkapkan jika bitcoin akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Gates juga mengomentari Elon Musk yang mulai berinvestasi pada bitcoin.

Dia menyebutkan jangan terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh Elon Musk. Menurut dia, Elon Musk memiliki uang yang sangat banyak dan tak akan terpengaruh dengan kenaikan atau penurunan harga yang mendadak.

"Elon punya banyak uang jadi tak khawatir bitcoinnya akan naik atau turun dengan cepat," kata dia, dikutip Rabu (24/2/2021).

Gates menyebut orang-orang yang terbawa euforia bitcoin ini tak seluruhnya memiliki uang sebanyak Elon Musk. "Jadi saya tidak optimistik pada bitcoin, kalau anda tak punya uang sebanyak Elon, saya rasa anda hanya bisa melihatnya saja," ujar dia.

Pada Selasa harga bitcoin kembali turun 13% menjadi US$ 46.817 merosot tajam dari rekor tertinggi di posisi US$ 58.354 per keping. Ini terjadi karena investor gencar melakukan aksi ambil untung ketika harga bitcoin melonjak hampir dua kali lipat sejak awal tahun.

Menurut Gates cryptocurrency ini telah menyebabkan kematian dengan cara yang cepat. Gates menyebutkan anonimitas di balik transaksi bitcoin bukanlah hal yang baik.

Dia menjelaskan The Gates Foundation melakukan banyak penelitian terkait mata uang digital. Termasuk siapa saja yang bertransaksi dengan uang tersebut.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen juga merupakan pejabat yang sangat meragukan cryptocurrency. "Saya tidak berpikir bitcoin bisa digunakan sebagai alat transaksi. Ini cara yang tidak efisien untuk melakukan transaksi dan jumlah energi yang dikonsumsi dalam memproses transaksi sangat mengejutkan," jelasnya.

(kil/zlf)