Lagi! Satgas Jaring 51 Pinjol dan 17 Gadai Abal-abal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 07 Mar 2021 07:32 WIB
Pinjam Online Abal-abal
Foto: Pinjam Online Abal-abal (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Satgas Waspada Investasi kembali menjaring 17 entitas gadai ilegal dan 51 kegiatan fintech peer to peer lending alias pinjol ilegal.

Satgas menyebutkan entitas ini berpotensi meresahkan masyarakat. Apalagi pinjol ilegal yang kerap kali mengancam dan mengintimidasi peminjam saat menunggak cicilan.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengungkapkan saat ini terus berupaya memberantas kegiatan fintech pinjol ilegal dengan cara memblokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Kominfo.

Sampai sekarang sudah ada berapa ya entitas yang ditutup? Berikut berita selengkapnya:

Pinjol

Tongam menyebut sejak 2018 hingga Februari 2021, Satgas sudah menutup sebanyak 3.107 pinjol ilegal.

Selain fintech ilegal, Satgas juga menutup kegiatan gadai ilegal. Hal ini sesuai dengan POJK Nomor 31/POJK.05/2016 tentang Usaha Pergadaian.

Dalam ketentuan POJK tersebut seluruh kegiatan usaha pergadaian swasta diwajibkan untuk mendaftarkan diri kepada OJK dalam tenggat batas waktu 2 tahun sejak POJK tersebut terbit, yaitu batas akhir Juli 2019.

Gadai

Pada tahun 2020 lalu, Satgas Waspada Investasi telah mengumumkan 75 entitas gadai ilegal sehingga total sejak tahun 2019 hingga Februari 2021 mencapai 160 entitas gadai.

Tongam mengungkapkan tak menutup kemungkinan akan banyak lagi entitas gadai ilegal yang akan ditemukan oleh Satgas Waspada Investasi melalui pengaduan masyarakat.

"Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat untuk tidak bertransaksi dengan usaha gadai swasta yang ilegal dan jika ingin melakukan transaksi dengan kegiatan usaha gadai agar dapat menggunakan usaha gadai yang terdaftar di OJK," ujar Tongam.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3