Ngeriii... Nilai Bitcoin Sempat Tembus US$ 1 Triliun

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 22:45 WIB
Bitcoin cetak rekor
Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta -

Nilai kapitalisasi pasar Bitcoin kembali tembus level rekornya US$ 1 triliun setara Rp 14.300 triliun (kurs Rp 14.300/US$) untuk kedua kalinya pada perdagangan tengah pagi waktu Singapura tadi, Selasa (9/3/2021) ini. Mata uang kripto paling populer satu ini, pertama kali mencapai rekor tersebut pada 19 Februari lalu. Kapitalisasi pasar Bitcoin bertahan di atas US$ 1 triliun selama beberapa hari, sebelum akhirnya jatuh lagi di bawah angka itu.

Kali ini, kapitalisasi Bitcoin bahkan melampaui level US$ 1 triliun karena harga cryptocurrency sedang melonjak. Dikutip dari CNBC International, Selasa (9/3/2021) nilai tertinggi Bitcoin hari ini terjadi pada sore hari waktu Singapura tadi yakni mencapai US$ 54.348,57 atau Rp 760,87 juta per unit. Nilai itu, lebih tinggi 7% dari waktu yang sama sehari sebelumnya.

Sejauh ini, nilai tertinggi Bitcoin sepanjang masa ada di US$ 58.332,36. Secara menyeluruh bila dilihat lagi ke belakang, mata uang digital ini sudah tumbuh lebih dari 80% sepanjang tahun ini dan 570% lebih tinggi selama 12 bulan terakhir.

Kenaikan harga Bitcoin terjadi karena didorong oleh beberapa faktor. Salah satu yang utama karena ada partisipasi dari investor-investor ternama dan beberapa pembelian dilakukan oleh perusahaan-perusahan besar di dunia seperti Tesla, Square, dan Microstrategy.

Pada hari Minggu, pembuat aplikasi asal China bernama Meitu mengatakan bahwa mereka tidak hanya membeli bitcoin, tetapi juga cryptocurrency lain yang seperti Ether.

Sentimen Meitu itu otomatis mendongkrak nilai Ether. Ether, pada pagi tadi diperdagangkan pada US $ 1.836,73 atau naik hampir 7% dari hari sebelumnya.

PayPal pada hari Senin lalu juga mengatakan hal serupa. Mereka akan membeli perusahaan keamanan cryptocurrency Curv.

Para pendukung bitcoin sering menyamakannya aset ini dengan emas digital, lindung nilai terhadap inflasi dan potensi aset safe-haven di mana investor dapat memarkir uang mereka pada saat terjadi gejolak politik atau ekonomi.

Beberapa berpendapat bahwa kebijakan moneter yang longgar seperti suku bunga rendah dan pembelian aset oleh bank sentral di seluruh dunia mengikis nilai mata uang fiat seperti dolar AS, namun bitcoin memberikan alternatif yang lebih baik untuk berinvestasi.

(hns/hns)