Viral Pinjol Diduga Ancam Sebar Data Pribadi, Ini Kata Satgas Investasi

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 13:19 WIB
Woman using smartphone. The concept of using the phone is essential in everyday life.
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Masyarakat kembali dihebohkan soal perusahaan pinjaman online (pinjol) atau fintech peer-to-peer lending. Video itu menginformasikan soal penyebaran data pribadi.

Video tersebut berdurasi 23 detik dan diunggah oleh @pinjollaknat pada 9 April 2021. Cuitan tersebut sudah dicuit ulang sebanyak 4.928 kali dan disukai sebanyak 7.527 kali dan ditonton sebanyak 322 ribu kali.

Dalam cuitannya, akun @pinjollaknat pun memberikan informasi tentang bahayanya perusahaan pinjol.

"Tidak bosan-bosannya untuk menginfokan:
1. Jauhi pinjol.
2. Jangan sembarang mengklik tautan.
3. Jangan sembarang membagikan nomor pribadi.
4. Jangan membagikan data pribadi KTP dsb.
Fatal dan sengsara akibatnya. Jauhi Pinjol," tulis akun @pinjollaknat yang dikutip, Rabu (14/4/2021).

Adapun suara yang berasal dari videonya adalah:

"Kalau data sudah diproses kaya gini bos, mau kaya gini? Dikirim ke semua kontak, tanpa dijalani sistem sudah jalan sendiri, biarin saja. Kontak Anda ratusan hanya hitungan menit tersebar, dipikirkan lagi pak ya kalau nggak mau respons," ujar seseorang dalam video tersebut.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing mengaku sangat prihatin lantaran masih banyak masyarakat yang mengakses pinjol ilegal.

Dia meminta kepada masyarakat yang ingin meminjam dana kepada perusahaan pinjol sebaiknya kepada perusahaan yang sudah mendapatkan izin dari OJK.

"Kami sangat prihatin karena masih ada saja masyarakat yang akses ke pinjol ilegal," katanya.

OJK telah memberikan izin kepada 147 perusahaan pinjaman online (pinjol) atau fintech peer-to-peer lending atau fintech lending. Seluruh perusahaan tersebut terdaftar dan mendapat izin dari OJK per 30 Maret 2021.

OJK mengumumkan terdapat 1 perusahaan pinjol yang dibatalkan surat tanda bukti terdaftarnya, yaitu PT Gerakan Digital Akselerasi Indonesia.

(hek/ara)