Peluang Merger OVO-DANA: Dikawinkan atau Saling Makan?

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 18:36 WIB
Ilustrasi OVO
Foto: Vanita Dewi Prastiwi
Jakarta -

Isu merger OVO dan DANA kembali menguat usai Grab Holdings Inc. memborong saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) baru-baru ini. Grab dikabarkan memborong sebanyak 4,6% saham Emtek lewat H Holdings Inc.

Lalu, seberapa besar peluang merger OVO dan DANA?

Menurut Pengamat Ekonomi Digital dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda justru dengan aksi borong saham itu peluang merger kedua dompet digital itu semakin terbuka lebar.

"Grab itu punya saham di OVO, terus Emtek punya saham di DANA itu otomatis bisa mempercepat proses merger OVO dan DANA," ujar Nailul kepada detikcom, Senin (19/4/2021).

Tak hanya membuka peluang merger OVO dan DANA, sebelum itu, mungkin yang bakal terjadi adalah merger Grab dengan Bukalapak. Mengingat, Emtek sendiri telah memiliki saham e-commerce tersebut hingga sebesar 37,15%.

Adapun tujuan merger Grab dan Bukalapak nanti tidak lain ialah untuk mengalahkan Shopee.

"Grab ini kan pesaingnya itu kan Gojek, Gojek itu baru melakukan merger sama Tokopedia, Grab (nanti) sama Bukalapak, tujuannya sama bersaing dengan Shopee, untuk bersaing mereka butuh pendanaan, mereka butuh valuasi yang lebih tinggi, makanya mereka merger," ungkapnya.

Nailul menjelaskan kenapa para perusahaan yang bergerak di dunia digital ini lama kelamaan harus melakukan merger. Sebab, karakter para pelanggan saat ini cenderung lebih memilih satu aplikasi yang multiplatform atau serba ada. Untuk bisa memenangkan pangsa pasar, tentu para startup tadi wajib melakukan penyesuaian salah satunya lewat aksi-aksi merger.

Meskipun Manajemen Emtek telah membantah isu merger OVO dan DANA, menurut Nailul itu hanya cara perusahaan menutupi rencana mereka. Ujung-ujungnya ia yakin merger itu akan terwujud.

"Ya mereka pasti bilang spekulasi saja, karena belum ada pernyataan resmi, namun saya rasa ke depannya praktik merger akuisisi ini itu sangat gencar dilakukan oleh perusahaan digital, tidak menutup kemungkinan OVO dan DANA tadi, karena isu ini dah lama juga kan beredar, saya rasa ke depan itu terjadi untuk memperbesar pangsa pasar," imbuhnya.