Startup Ibu-ibu Diguyur Rp 405 M di Tengah Pandemi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 04 Mei 2021 14:21 WIB
pinjam online
Foto: Pinjam Online (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) baru saja mendapat pendanaan baru senilai US$ 28 juta atau setara dengan Rp 405 miliar. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Women's World Banking Capital Partners II (WWB) bersama dengan MDI Ventures, dan didukung oleh investor lama seperti Mandiri Capital Indonesia, UOB Venture Management.

Amartha merupakan teknologi finansial peer to peer lending (P2P lending) di Indonesia yang memberdayakan perempuan pengusaha ultra mikro di daerah pedesaan dengan memberikan pinjaman modal usaha berbasis kelompok, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 10 juta yang disertai dengan pendidikan literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan.

"Pendanaan baru ini akan memperkuat bisnis Amartha yang berbasis group lending (grameen model), mempercepat inovasi produk, dan meluncurkan layanan tambahan bagi peminjam dan pendana, seperti: digitalisasi desa, belanja borongan, pinjaman warung, crowdfunding, produk pendanaan baru, serta penyaluran pendanaan ke peminjam secara langsung," Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Pendanaan baru ini akan digunakan memperkuat bisnis Amartha yang berbasis group lending (grameen model), mempercepat inovasi produk, dan meluncurkan layanan tambahan bagi peminjam dan pendana, seperti digitalisasi desa, belanja borongan, pinjaman warung, crowdfunding, produk pendanaan baru, serta penyaluran pendanaan ke peminjam secara langsung.

Amartha telah mengembangkan solusi teknologi keuangan untuk 3 segmen pengguna yang berbeda. Pertama, untuk pendana memberikan layanan penyaluran pendanaan melalui platform P2P lending.

Kedua, Amartha untuk business partner, sebutan untuk Tim Amartha di lapangan yang berinteraksi langsung dengan para peminjam, memberikan layanan untuk memproses pinjaman modal usaha secara menyeluruh dari pengajuan, pengambilan data, penyaluran hingga pengembalian dana. Ketiga, Amartha untuk mitra (peminjam), memberikan layanan keuangan lebih dari sekedar penyaluran permodalan.

"Melalui kemitraan dengan WWB, kami akan mampu mengadopsi praktik terbaik dunia dimana perempuan dapat memperoleh manfaat dari teknologi untuk memberdayakan diri mereka sendiri dan keluarga, untuk semakin sejahtera," kata Chief of Commercial Officer Amartha, Hadi Wenas.

Amartha menjadi tujuan investasi pertama yang dilakukan WWB di Asia Tenggara. WWB Capital Partners II adalah dana investasi lensa gender kedua yang didirikan oleh Women's World Banking, sebuah organisasi nirlaba global yang telah menangani inklusi keuangan wanita selama 40 tahun terakhir.

Yrenilsa Lopez, Women World's Banking menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menutup kesenjangan gender.

"Kami sangat bangga dapat bermitra dengan Amartha karena terus mengembangkan bisnisnya di pedesaan Indonesia. WWB berdedikasi untuk menutup kesenjangan gender dalam layanan keuangan digital dan kami sangat senang bekerja sama dengan Amartha dalam perjalanan penting ini," katanya.

(acd/dna)