China Tegaskan Mau Setop Penambangan Bitcoin

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 25 Mei 2021 11:28 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

China semakin tegas melarang adanya bitcoin di negaranya. Wakil Perdana Menteri China Liu He mengatakan pemerintah akan menghentikan aktivitas penambangan dan perdagangan bitcoin.

Mengutip dari CNN, Selasa (25/5/2021) langkah baru itu diresmikan pada Jumat pekan lalu. Lui He mengatakan hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan negara. Kebijakan baru China telah mengguncang pasar kripto selama sepekan ini.

Penambang uang digital terbesar dunia, HashCow menjadi sasaran aturan baru itu. Perusahaan mengatakan tidak akan menjual mesin penambang lagi ke konsumen China dan akan mengembalikan uang kepada konsumen yang terlanjur membayar.

"Kami akan secara aktif mendukung semua jenis hukum dan peraturan di negara itu untuk menghindari risiko regulasi," kata perusahaan China itu.

Perusahaan pertambangan Tiongkok lainnya, BIT.TOP, mengatakan juga tidak akan lagi menawarkan layanan penambangan untuk klien di Tiongkok daratan.

"Selanjutnya, kami terutama akan menambang di Amerika Utara. Tidak ada gunanya menjalankan risiko regulasi," tulis Jiang Zhuoer, CEO BIT.TOP, di akun Weibo-nya.

Jiang Zhuoer juga mengungkap tindakan China dilakukan karena pemerintah berusaha mencegah aliran modal besar-besaran ke penambangan kripto. Mengingat, China telah menyumbang lebih dari 75% penambangan bitcoin di seluruh dunia, menurut penelitian yang diterbitkan oleh jurnal peer-review Nature Communications bulan lalu.

Harga bitcoin pun turun sebanyak 13%, pada hari Minggu. Mata uang itu terakhir diperdagangkan US$ 36.000 per koin anjlok dari harga US$ 64.000 yang dicapai sebulan yang lalu, menurut CoinDesk.

Imbas dari aturan baru China, saham perusahaan pertambangan kripto China BIT Mining anjlok 23% di New York pada hari Jumat. Perusahaan pertukaran kripto, Teknologi Huobi jatuh 22% pada hari Senin di Hong Kong.

Selain itu, dihentikannya penambangan China juga untuk mengurangi emisi karbo. Komputer yang dibutuhkan untuk penambangan bitcoin memakan banyak daya komputasi dan listrik, meningkatkan kekhawatiran keadaan lingkungan.

Minggu lalu, pengawas keuangan dan perbankan China mengatakan lembaga keuangan dan perusahaan pembayaran tidak boleh berpartisipasi dalam transaksi apa pun yang terkait dengan cryptocurrency, mereka juga tidak boleh menyediakan layanan terkait crypto kepada klien mereka.

Di China sendiri, bitcoin diproyeksikan menghasilkan lebih dari 130 juta metrik ton emisi karbon pada tahun 2024, menurut studi Nature Communications. Itu lebih dari total keluaran emisi karbon tahunan dari Republik Ceko dan Qatar pada tahun 2016.

Hasil semacam itu juga merupakan bencana bagi rencana iklim ambisius China. Presiden Xi Jinping telah berjanji untuk menjadikan negaranya netral karbon pada tahun 2060, dan negaranya telah berjuang untuk menahan emisi karbon dari industri lain.

Lihat juga Video: Wacana Kemendag Bangun Pasar Aset Kripto Bikin Bingung

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)