Aset Kripto Bisa Jadi Alternatif Investasi Era Digital, Simak Tipsnya

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 06 Jun 2021 17:00 WIB
Bitcoin
Foto: Tim Infografis, Nadia Permatasari
Jakarta -

Jumlah investor kini makin melonjak beberapa waktu terakhir. Hal itu seiring dengan makin eksisnya aset digital, seperti transaksi jual beli kripto mulai dari Bitcoin, Ethereum, hingga Binance Coin.

Aset Kripto ini bisa menjadi alternatif untuk berinvestasi atau menambah protifolio investasi dan menjadi simpanan untuk masa yang akan datang, sama seperti saham, emas hingga reksadana.

Menurut Co-Founder & CEO Treasury, Dian Supolo tingginya minat masyarakat terhadap aset digital perlu diiringi dengan edukasi yang menyeluruh terhadap potensi dan resiko yang mungkin ditimbulkan. Dia pun menyarankan penerapan konsep 'Keseimbangan Keuangan.' Konsep itu mendorong masyarakat berinvestasi di aset digital menggunakan yang bukan dana kebutuhan pokok, seperti dana rekreasi.

"Melalui konsep Keseimbangan Keuangan, kami ingin mengajak masyarakat untuk menggunakan "dana menganggur", misalnya uang jajan atau rekreasi, bukan dana kebutuhan sehari-hari atau dana untuk tujuan keuangan dasar, seperti Dana Darurat atau mungkin Dana Pendidikan," kata Dian dalam katerangannya dikutip Minggu (6/6/2021).

"Serta, mempersiapkan diri terhadap berbagai hal yang mungkin terjadi, karena pada dasarnya setiap aset memiliki potensi keuntungan dan kemungkinan kehilangan, seperti aset kripto. Kami berkomitmen melakukan edukasi mengenai Keseimbangan Keuangan secara berkelanjutan, bersama Master Financial Planner, Safir Senduk," tambahnya.

Dian berharap dengan konsep 'Keseimbangan Keuangan' masyarakat bisa mengetahui profil keuangan pribadi, menentukan prioritas tujuan keuangan, serta mengerti bagaimana menempatkan portofolio yang proporsional dan memahami risiko dalam bertransaksi aset digital, khususnya aset kripto

"Kami berharap melalui edukasi Keseimbangan Keuangan yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai saluran komunikasi yang kami miliki, akan semakin banyak masyarakat yang bisa mengenali profil keuangan pribadi, menentukan prioritas tujuan keuangan, serta mengerti bagaimana menempatkan portofolio yang proporsional dan memahami risiko dalam bertransaksi aset digital, khususnya aset kripto," jelas Dian.

Sebagai informasi, Treasury juga telah meluncurkan aset kripto. Perusahaan menggandeng salah satu platform kripto terbesar Indonesia Tokocrypto yang sudah memiliki izin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Layanannya menyediakan pembelian Bitcoin cs hanya dari Rp 5.000.

Kripto yang bisa dibeli mulai dari Bitcoin, Ethereum, Binanace Coin, dan Tether, sedangkan Toko Token bisa dibeli dengan kelipatan satu token. Transaksi jual beli aset kripto di Treasury dapat dilakukan setiap saat 24/7, secara real-time.

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai mengatakan adanya kolaborasi Treasury dengan Tokocrypto diharapkan bisa membantu orang untuk menyusun tujuan finansial dengan memanfaatkan jual beli aset kripto.

"Kerja sama ini memberi ruang bagi kami untuk bersama-sama memberikan edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan akan pentingnya diversifikasi aset, diikuti dengan manajemen keuangan yang terencana, ketika memutuskan untuk menempatkan sejumlah uang pada aset kripto," kata Pang Xue.

(dna/dna)