Miliarder Ini Yakin Bitcoin Bisa Tembus Rp 3,5 M di 2022

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 15 Jun 2021 10:35 WIB
A bitcoin (virtual currency) coin placed on Dollar banknotes, next to computer keyboard, is seen in this illustration picture, November 6, 2017. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Foto: Reuters
Jakarta -

Miliarder pemodal ventura dan investor bitcoin, Tim Draper memprediksi nilai bitcoin akan melonjak ke angka US$ 250.000 setara Rp 3,5 miliar (kurs Rp 14.200) pada akhir 2022 dan awal 2023.

"Saya pikir saya akan benar dalam hal ini," kata Draper, dikutip dari CNBC, Selasa (15/6/2021).

Draper optimis nilai bitcoin melonjak karena dia percaya akan banyak orang yang akan menggunakan bitcoin pada akhir tahun ini dan awal 2023. Meskipun pembuatan mata uang digital itu disebut-sebut tidak ramah lingkungan.

"Berikan sekitar satu setengah tahun dan pengecer semua akan menggunakan Opennode (pemroses pembayaran bitcoin), jadi semua orang akan menerima bitcoin," prediksi Draper.

Ini bukan kali pertama Draper memprediksi kenaikan harga bitcoin. Draper pertama kali membuat prediksi harga yang cukup berani pada tahun 2018, saat itu bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 8.000, menurut Coindesk.

Sebelumnya lagi, pada 2014 saat harga bitcoin hanya US$ 500, dia mengatakan bitcoin akan mencapai US$ 10.000 dalam tiga tahun. Dan prediksi itu benar, pada Desember 2017 bitcoin mencapai lebih dari US$ 10.000, lalu melonjak ke level tertinggi lebih dari US$ 18.900 pada 19 Desember. Tetapi pada awal 2018 bitcoin kembali merosot ke level US$7.270.

Draper sendiri telah menjadi miliarder karena melakukan investasi awal di Twitter, Skype, Tesla, dan SpaceX. Kini dia menjadi investor bitcoin.

Saat ini hanya beberapa perusahaan besar yang menerima bitcoin secara langsung atau tidak langsung melalui aplikasi dompet digital pihak ketiga, termasuk Microsoft, PayPal, Overstock, Whole Foods, Starbucks, dan Home Depot. Banyak ahli juga melihat bitcoin kini sebagai penyimpan nilai, seperti emas, bukan mata uang.

Namun, nilai bitcoin yang tidak stabil dan ada kekhawatiran energi proses pembuatannya tidak ramah lingkungan, membuat para ahli merekomendasikan jangan terlalu banyak berinvestasi bitcoin.

Ketidakstabilan bitcoin tergambar baru baru ini. Pada Mei lalu mata uang itu anjlok ratusan miliar dolar setelah Elon Musk mengumumkan di Twitter pribadinya bahwa ia menangguhkan pembelian bitcoin di Tesla karena masalah lingkungan.

Kemudian Musk mengumumkan kembali bahwa Tesla akan menerima bitcoin. Kabar itupun membuat bitcoin melonjak 7% dan nilainya mendekati US$ 40.000 menurut Coinbase.

Hal ini membuktikan ketidakstabilan nilai bitcoin setiap waktunya. Tidak ada yang tahu kapan nilai bitcoin akan naik dan terjun bebas.



Simak Video "Indef: Jangan Termakan Pom-Pom Kripto Elon Musk"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)