Didepak China, Penambang Bitcoin Disambut 'Karpet Merah' di AS

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 10:53 WIB
Bitcoin
Foto: Reuters
Jakarta -

Walikota Miami Francis Suarez mengatakan bahwa pintu Miami terbuka untuk penambang bitcoin dari China.

Melansir CNBC, Jumat (18/6/2021), seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa China telah cukup lama menjadi rumah bagi lebih dari separuh penambang bitcoin dunia. Namun saat ini pemerintah China yang berpusat di Beijing ingin segera 'mengusir' para penambang bitcoin dari negara mereka secepatnya.

Suarez secara terbuka mengatakan bahwa dia saat ini sedang berusaha untuk menggait para 'imigran' penambang bitcoin ini dengan mempromosikan harga pasokan energi nuklir yang murah, yang pada dasarnya tidak terbatas di kota itu.

"Kami ingin memastikan bahwa kota kami memiliki peluang untuk bersaing," katanya kepada CNBC dalam sebuah wawancara.

"Kami berbicara dengan banyak perusahaan dan hanya memberi tahu mereka, 'Hei, kami ingin Anda ada di sini,'" jelasnya lagi.

Sekedar informasi, penambangan bitcoin sendiri merupakan proses intensif energi yang menghasilkan koin baru dan memperbarui buku besar digital dari semua transaksi token yang ada. Karena penambangan dalam skala besar bersaing dalam industri dengan margin rendah, di mana satu-satunya variabel biaya terbesar mereka adalah tagihan listrik, tentu mereka berencana untuk bermigrasi ke tempat dengan sumber daya termurah.

Itu sebabnya Walikota Suarez, salah satu politisi paling ramah kripto di Amerika Serikat membuat janji besar tentang murahnya biaya melakukan bisnis penambangan kripto di Miami. Dia menekankan ketergantungan kota pada tenaga nuklir sebagai sumber energi menjadikan Miami sebagai salah satu kota dengan harga pasokan energi paling murah.

"Fakta bahwa kita memiliki tenaga nuklir berarti bahwa itu adalah tenaga yang sangat murah," kata Suarez.

Tidak hanya itu, agar dapat menyediakan pasokan listrik dengan harga yang lebih murah lagi kepada para penambang, saat ini Suarez sudah dalam pembicaraan dengan Florida Power & Light Company untuk mencari cara bagaimana menurunkan harga energi lebih lanjut.

"Kami mengerti betapa pentingnya (harga listrik) ini. Penambang ingin mendapatkan harga kilowatt tertentu per jam. Jadi kami sedang bekerja dengan mereka untuk itu," katanya.

Walikota Miami ini juga mempertimbangkan insentif lain untuk para penambang, seperti penyediaan zona perusahaan khusus untuk penambangan kripto. Zona perusahaan ini merupakan area di mana konsesi pajak, insentif infrastruktur, dan peraturan yang diperkecil ditawarkan kepada perusahaan, dengan harapan ini akan mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Untuk menggait para penambang, Suarez bahkan memamerkan infrastruktur fisik dan kapasitas yang telah dimiliki kotanya. Walikota ini optimistis bahwa kota Miami dapat memenuhi kebutuhan penambang bitcoin.

"Kami adalah salah satu kota pertama di dunia yang memiliki data center, dan mining hub sangat mirip dengan data center," katanya.

Meski demikian, mengundang para penambang bitcoin dari China ini bukanlah perkara mudah. Masalahnya Miami bukanlah satu-satunya wilayah yang memberikan penawaran untuk para penambang 'imigran' ini.

Di Amerika Serikat sendiri, seperti Texas dan Wyoming juga dengan cepat menjadi tujuan 'imigrasi' bagi para penambangan bitcoin ini. Berkat adanya campuran antara energi murah dan kebijakan ramah kripto, banyak penambang yang tergoda untuk membuka pertambangan mereka di sana.

(eds/eds)