Kota Ini Diserbu Penambang Bitcoin karena Listrik Murah, Eh Ternyata...

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 12:07 WIB
Motherboards are pictured in Bitminer Factory in Florence, Italy, April 6, 2018. Picture taken April 6, 2018. REUTERS/Alessandro Bianchi
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Setelah berurusan dengan sejumlah masalah yang disebabkan oleh kegiatan penambangan uang kripto, mantan wali kota Plattsburgh, New York, Colin Read meragukan manfaat ekonomi dari para penambang yang mendirikan markas di daerahnya.

Read mengatakan, para penambang Bitcoin awalnya menjanjikan adanya penciptaan lapangan kerja. Ternyata janji itu tidak terwujud.

"Kabupaten dan kota terpikat oleh semua janji penciptaan lapangan kerja ini yang tidak terwujud," kata Read dilansir CNBC, Jumat (25/6/2021).

"Kami memiliki salah satu operator Bitcoin terbesar di dunia yang beroperasi di sini dan hanya menghasilkan sedikit pekerjaan," kata Read.

Penambangan Bitcoin membutuhkan energi listrik yang sangat besar. Prosesnya menggunakan komputer bertenaga tinggi, memecahkan teka-teki komputasi untuk memverifikasi transaksi di seluruh jaringan blockchain.

Ada dorongan oleh beberapa politisi, seperti Wali Kota Miami Francis Suarez, untuk menarik penambang Bitcoin ke kota atau negara bagian mereka. Apalagi setelah China baru-baru ini mengambil langkah untuk membatasi operasi penambangan kripto di negaranya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2