Daftar 11 Investasi Bodong yang Disetop OJK, Hati-hati Ya!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 14:20 WIB
Investasi Bodong
Daftar 11 Investasi Bodong yang Disetop OJK, Hati-hati Ya!
Jakarta -

Ada 11 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas. Kegiatan investasi bodong mereka telah dihentikan oleh Satuan Tugas Waspada Investasi pada Juli 2021.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan dari 11 entitas tersebut ada 2 kegiatan money game, 5 crypto aset, 2 forex dan robot forex tanpa izin dan dua kegiatan lainnya.

Dia menyebut bahwa seluruh penawaran investasi melalui media sosial Telegram adalah ilegal sehingga masyarakat diminta waspada.

"Kami imbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memastikan legalitas perusahaan yang menawarkan investasi atau izin menawarkan produk dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan," kata Tongam dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (15/7/2021).

Selain itu Satgas juga menyampaikan terdapat tiga entitas yang dilakukan normalisasi karena telah memperoleh izin dari otoritas terkait yaitu PT Future View Tech (VTube), Koperasi Simpan Pinjam Bunga Matahari Indonesia dan PT Mega Cakrawala Property (Hungkang Sutedja).

Selain itu, SWI juga meminta masyarakat mewaspadai penawaran investasi ilegal melalui media sosial Telegram. Tongam mengatakan modus penawaran investasi ilegal di grup Telegram mengiming-imingi investasi dengan imbal hasil tinggi dengan menduplikasi website entitas yang memiliki izin untuk menipu masyarakat.

Dia mengatakan kegiatan usaha tersebut melakukan duplikasi atau mengatasnamakan entitas yang berizin. "Hal ini berpotensi merugikan masyarakat," kata dia.

Tongam mengungkapkan Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang atau investasi bodong dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id atau Kontak OJK 157 (WA 081157157157), email konsumen@ojk.go.id.

Simak video 'OJK Sebut Pasar Modal Indonesia Mulai Bangkit':
(kil/fdl)