Nah Lho! Pimpinan Komisi Bursa AS Sebut Bitcoin cs Rawan Penipuan

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 09:54 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he just felt like being part of history. The ATM, named Robocoin, allows users to buy or sell the digital currency known as bitcoins. Once only used for black market sales on the internet, bitcoins are starting to be accepted at a growing number of businesses. (Photo by David Ryder/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Pimpinan United States Securities and Exchange Commission atau Komisi Sekuritas dan Bursa AS menyatakan tidak menyukai uang kripto. Dia menyebut kripto adalah aset yang bisa digunakan untuk penipuan hingga penyalahgunaan lainnya.

"Aset ini penuh dengan penipuan, penipuan, dan penyalahgunaan dalam aplikasi tertentu," kata Pimpinan SEC Gary Gensler, dikutip dari CNN, Kamis (5/8/2021).

Ketidakpastian peraturan seputar kripto telah menjadi subjek tuntutan hukum dan investigasi dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Gensler investor kripto tidak memiliki informasi yang cukup untuk menilai dan memahami risiko berinvestasi dalam aset digital.

"Jika Anda ingin berinvestasi dalam penyimpan nilai digital, langka, dan spekulatif, tidak apa-apa. Namun, saat ini kami tidak memiliki perlindungan investor yang cukup," kata Gensler.

Meski nilai total aset kripto US$ 1,6 triliun dan masih relatif kecil dibandingkan dengan pasar modal AS, Gensler mengungkap itu bukan alasan aset itu tidak memiliki aturan yang pasti.

"Saya khawatir jika kita tidak mengatasi masalah ini, banyak orang akan terluka," tutupnya.

(ara/ara)