BI Mau Terbitkan Rupiah Digital, Ini Sederet Manfaatnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 19 Agu 2021 19:15 WIB
logo bank indonesia
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia akan memiliki Central Bank Digital Currency (CDBC) atau Rupiah Digital. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan dengan penerbitan Rupiah Digital, maka akan memberikan banyak manfaat untuk perekonomian.

Perry menyebutkan Rupiah Digital nantinya bisa membuat biaya transaksi menjadi lebih murah. "CDBC jelas akan meningkatkan efisiensi ekonomi dan efisien bagi masyarakat dari wholesale bisa ke ritel," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/8/2021).

Dia mengungkapkan Rupiah Digital akan bergerak dalam platform teknologi blockchain dan distributed ledger technology (DLT). Hal ini selain efisien juga bisa menekan biaya transaksi perbankan.

Perry menyebut transaksi bank di pasar uang akan lebih efisien, bahkan nol biaya karena perbankan sudah tersambung dalam sistem digital currency dalam konteks wholesale Digital Rupiah.

Apalagi dengan sistem BI Fast dan QRIS, Rupiah digital ini akan membuat transaksi menjadi lebih cepat. "Sehingga selain cost of transaction akan sangat rendah, kecepatan transaksi sangat cepat," ujar dia.

Perry menyebutkan bahwa penerapan Rupiah Digital tidak bebas dari risiko cyber security. Untuk itu Perry menegaskan bahwa pihaknya akan terus fokus pada manajemen risiko dalam pengembangan CBDC termasuk juga soal cyber security.

"Banyak manfaat CBDC, cost of transaction (rendah), kecepatan transaksi, perputaran uang dalam ekonomi, dan semuanya adalah (meningkatkan) efisiensi, produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, disamping lebih inklusif bagi sektor ritel dan ekonomi keuangan kita," tambah dia.

(kil/ara)