Dapat Izin OJK, Fintech Ini Akan Salurkan Rp 700 M ke Petani-UMKM

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 21 Agu 2021 22:39 WIB
Perusahaan rintisan TaniHub terus berupaya mensejahterakan petani dengan meningkatkan layanan untuk para pelanggannya. Salah satunya dengan memperkuat pengantaran pesanannya.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

TaniFund, platform peer-to-peer lending telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Penyelenggara Fintech P2P Lending Sektor Agrikultur. Keputusan OJK tersebut tertuang dalam Surat Tanda Berizin KEP-64/D.05/2021 yang diterbitkan pada tanggal 2 Agustus 2021.

TaniFund adalah satu-satunya P2P lending yang bergerak di bidang agrikultur dengan izin OJK hingga siaran pers ini diterbitkan. TaniFund berkomitmen menyediakan akses permodalan bagi petani dan UMKM di seluruh negeri.

Chief Strategy Officer TaniHub Group mengatakan pihaknya menargetkan akan menyalurkan pendanaan baru sebesar Rp 700 miliar dalam beberapa tahun ke depan.

"Harapan kami di TaniFund yaitu ingin lebih luas lagi menciptakan dampak sosial dengan memberikan akses inklusi keuangan dan permodalan bagi petani serta pengusaha UMKM lokal melalui ekosistem kami," ujarnya, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (21/8/2021).

Tidak hanya itu, lanjut Ria, dengan lisensi OJK TaniFund meyakini dapat mengundang lebih banyak lagi lender baru dan mendorong lender lama untuk meningkatkan pendanaan mereka. Mereka juga akan mendapat edukasi mengenai pemahaman risiko, namun tetap rutin diberikan kepada lender sesuai dengan anjuran OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

"Tujuan kami melalui lisensi ini adalah menjaga TKB90 kami di angka 100%. Perlu kami tekankan bahwa berdasarkan aturan OJK, para lender tetap harus menyadari bahwa tetap ada risiko pendanaan yang mereka akan tanggung, misalnya resiko telat bayar atau gagal bayar. Untuk memitigasi risiko tersebut, TaniFund memiliki advanced credit scoring system, agronomist yang handal, kontrak dengan credit insurance, dan memenuhi berbagai arahan dari pihak regulator," tambahnya.

CEO TaniHub Group, Pamitra Wineka mengatakan, lisensi OJK menjadi bahan bakar bagi TaniFund agar terus bergerak menciptakan dampak sosial melalui penyediaan akses permodalan dan pembinaan kepada petani.

"Sebagai bagian dari TaniHub Group, TaniFund ke depannya diharapkan semakin memperbesar kontribusinya terhadap bisnis, sesuai dengan strategi kami dalam beberapa tahun ke depan untuk memperkuat sisi hulu atau upstream agar semakin memberikan dampak kepada sektor pertanian Indonesia," ujar Pamitra.

Sejak didirikan pada 2017 hingga kini, TaniFund telah menyalurkan pendanaan dari masyarakat sebesar Rp 324,3 miliar kepada lebih dari 4.000 borrower. Seiring dengan bertumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada TaniFund, hingga kini total lender telah mencapai lebih dari 10.000, terdiri dari lender individu maupun institusi.

(hns/hns)