Cara Jitu Biar Nggak Terjerat Iming-iming Binomo cs

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 27 Agu 2021 23:32 WIB
binomo
Ilustrasi/Foto: Angga Aliya ZRF/detikcom
Jakarta -

Situs penyedia jasa investasi trading Binomo, Olymp Trade, IQ Option, FBS, Insta Forex, Octa FX masuk dalam daftar ilegal oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Situs itu disebut tak punya izin usaha sebagai Pialang Berjangka. Padahal sesuai aturan Bappebti Pasal 31 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1997 disebutkan Pialang Berjangka wajib mengantongi izin untuk beroperasi.

Supaya tidak terjebak dengan janji-janji manis situs tersebut. Begini caranya.

Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Lamon Rutten mengungkapkan jangan pernah percaya dengan janji yang terdengar too good to be true.

"Jauhi broker komoditas atau mata uang (forex) yang tak punya sertifikat Bappebti," kata Lamon beberapa waktu lalu.

Saat ini Binomo Cs memang gencar promosi di situs dan media sosial. Karena itu sebagai calon trader atau investor bisa memeriksa lisensi dari situs Bappebti.

Lamon menyebut, Binomo Cs ini juga tak bisa dibilang sebagai investasi. Karena terindikasi perjudian yang bahkan lebih buruk dari lotre.

"Kalau pun Anda menang dalam berinvestasi di situs itu, akan sangat sulit untuk mencairkan uang Anda," jelas Lamon.

Karena itu harus mencari broker yang sah dan berizin. Jangan pernah mengeluarkan uang untuk situs yang sudah berkali kali diblokir oleh regulator.

Masyarakat juga harus waspada dan mengantisipasi jika ada penawaran penawaran yang menggiurkan.

"Bayarlah dengan rekening Anda pada rekening terpisah dari suatu perusahaan broker yang rekening itu terdaftar di akun Bappebti," imbuhnya.

Kemudian, Head of Public Relation Monex Investindo Futures, Omega Wati menuturkan, masyarakat jangan percaya pada platform binary option seperti Binomo Cs yang menawarkan keuntungan tetap.

"Cek legalitasnya di Bappebti, jangan tergoda dengan janji keuntungan fix atau tetap," ucap Mega kepada detikcom.

Pasalnya, dalam perdagangan berjangka biasanya keuntungannya tak selalu biasa diprediksi, sama halnya seperti berinvestasi di pasar modal.

(kil/hns)