Bitcoin Jadi Alat Pembayaran di El Salvador, Bisa Dipakai Apa Saja?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2021 10:53 WIB
A bitcoin (virtual currency) coin placed on Dollar banknotes, next to computer keyboard, is seen in this illustration picture, November 6, 2017. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Bitcoin resmi menjadi alat pembayaran yang sah di El Salvador mulai hari ini, Selasa (7/9). Sehari sebelumnya, Presiden El Salvador Nayib Bukele menyatakan negaranya telah memiliki 400 bitcoin.

Dengan resminya bitcoin menjadi alat pembayaran, maka aset kripto ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Apa saja?

Dikutip dari Insider, Selasa (7/9/2021), pada Juni El Savador mengesahkan undang-undang yang menjadikan negara tersebut sebagai negara pertama yang menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah selain dolar AS. Semua pihak, harus menerima bitcoin sebagai metode pembayaran untuk barang dan jasa, dan warga Salvador akan dapat menggunakan aset kripto ini untuk membayar pajak.

El Salvador adalah negara terkecil di Amerika Tengah dalam hal populasi, menurut Bank Dunia. Ekonominya adalah yang ke-106 dari 195 negara yang diperingkat oleh IMF.

Dijadikannya bitcoin sebagai alat pembayaran tidak begitu mulus. Orang-orang di Salvador mengeluh mereka hanya menerima sedikit informasi dari pemerintah.

Bank global dan lembaga pemeringkat telah mempertanyakan keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat membahayakan pembicaraan pinjaman IMF yang sangat dibutuhkan, merugikan perusahaan asuransi lokal dan bahkan melemahkan jaringan bitcoin.

Bulan lalu, protes meletus di ibu kota San Salvador di mana orang-orang yang khawatir pembayaran pensiun mereka berpotensi dihapus dan aktivitas pencucian uang meningkat. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada bulan Juli menemukan bahwa 75% orang Salvador ragu tentang undang-undang tersebut.

Namun, Bukele tampaknya yakin dengan adopsi bitcoin di negara itu. Dalam unggahannya di Twitter bulan lalu, presiden berusia 40 tahun itu menyebut oposisi sebagai 'pembohong' yang akan terungkap begitu undang-undang itu mulai berlaku.

Dia mengatakan mereka yang khawatir tentang pensiun atau bisnis mereka akan dapat tetap berurusan dengan dolar seperti biasa karena penggunaan bitcoin tidak wajib. Pada hari Senin, Bukele mengungkapkan tingkat kepercayaan yang sama dalam kicauannya.

"Besok, untuk pertama kalinya dalam sejarah, semua mata dunia akan tertuju pada El Salvador," tulis Bukele.

(acd/ara)