Harga Bitcoin cs Ngegas Terus, Ini 6 Penyebabnya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 05 Okt 2021 09:56 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
Harga Bitcoin cs Ngegas Terus, Ini 6 Penyebabnya
Jakarta -

Dalam sepekan terakhir, harga sejumlah cryptocurrency teratas seperti bitcoin dan ethereum terus mengalami peningkatan. Padahal, sebelum harga kripto anjlok cukup dalam.

Melansir dari CNBC, Selasa (5/10), nilai bitcoin naik lebih dari 14,8% bila dibandingkan dengan minggu lalu. Menurut CoinMarketCap saat ini bitcoin tengah diperdagangkan di harga US$ 49.365 atau sekitar Rp 705,9 juta (kurs Rp 14.300)

Sedangkan untuk ether, nilainya mengalami kenaikan sebesar 14%, dan diperdagangkan pada kisaran sekitar US$ 3.425 atau sekitar Rp 48,97 juta.

Seiring dengan pergerakan harga cryptocurrency, berikut adalah enam hal penting yang terjadi:

1. Coinbase buka layanan setor gaji

Pada Senin minggu lalu, perusahaan perdagangan uang digital, Coinbase, telah mengumumkan bahwa para pelanggannya dapat menyetor persentase berapa pun dari gaji mereka langsung ke akun mereka. Pengguna dapat menyimpan uang mereka dalam dolar atau segera mengubah gaji mereka menjadi cryptocurrency tertentu seperti bitcoin tanpa biaya.

"Dengan setoran langsung, pelanggan dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan kripto-pertama kami dan siap untuk perdagangan atau pembelian apa pun," kata Max Branzburg, wakil presiden produk di Coinbase, dalam sebuah posting blog.

"Kami bertekad untuk memberikan rangkaian lengkap layanan keuangan kripto pertama yang paling tepercaya kepada 68 juta pengguna kami," jelasnya lagi

Dikabarkan kalau peluncuran layanan tersebut akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang. Meskipun tidak menentukan yang mana, Coinbase mengatakan akan menggunakan mitra bank yang diasuransikan FDIC untuk setoran langsungnya.

2. Pernyataan Elon Musk

Pada Selasa pekan lalu, Elon Musk selaku CEO Tesla dan SpaceX sekaligus orang paling kaya di dunia mengatakan kalau pemerintah AS harus menghindari pengaturan pada pasar crypto.

"Tidak mungkin menghancurkan crypto, tetapi mungkin bagi pemerintah untuk memperlambat kemajuannya," kata Musk pada Konferensi Kode di Beverly Hills.

"Saya akan berkata, 'Jangan lakukan apa-apa,'" kata Musk.

Seperti yang sudah diketahui, Musk telah lama menjadi pendukung cryptocurrency. Terlepas dari kritiknya baru-baru ini terhadap penambangan bitcoin dan dampak lingkungannya, Musk menegaskan bahwa ia secara pribadi memiliki cryptocurrency, bersama dengan eter dan dogecoin.

3. TikTok meluncurkan koleksi NFT

Pada Kamis kemarin, TikTok mengumumkan akan meluncurkan koleksi NFT (atau token nonfungible) pertama mereka, yang disebut TikTok Top Moments.

"Koleksinya akan mencakup enam NFT yang dirancang oleh beberapa pembuat konten yang mendefinisikan komunitas kami dan terinspirasi oleh video trending yang mereka buat," tulis perusahaan itu dalam sebuah posting blog.

Nantinya setiap pembuat TikTok unggulan akan bermitra dengan artis NFT terkemuka. Nama-nama besar yang terlibat termasuk Lil Nas X, Gary Vaynerchuk, "Gadis Kombucha" Brittany Broski dan Grimes, serta beberapa nama lainnya.

Pernyataan Gubernur The Fed di halaman berikutnya.