Tinder Bikin Uang Virtual, yang Jomblo Bisa Cepat Dapat Jodoh

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 08 Okt 2021 09:57 WIB
Berkencan Lewat Tinder: Kala Perempuan Pakistan Menghalau Tabu
Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

Tinder dikabarkan sedang menyiapkan mata uang virtualnya sendiri. Uang virtual tersebut memungkinkan para jomblo lebih leluasa dalam mencari pasangan.

Dilansir Gizmodo dari Bloomberg, Tinder akan segera menguji koin di dalam aplikasinya yang dapat diperoleh pengguna dengan mempertahankan profil kencan aktif atau dibeli dengan uang sebenarnya. Demikian diberitakan Jumat (8/10/2021).

Koin tersebut dapat digunakan untuk Boosts sehingga memungkinkan pengguna mempromosikan profil mereka, atau Super Likes. Bloomberg tidak menyebutkan apa nama koin tersebut, tetapi Tinder berencana untuk meluncurkan fitur tersebut di Australia bulan depan dan secara global di kemudian hari.

Tinder berjalan pada model freemium, di mana pengguna memiliki akses gratis ke aplikasi di luar batasan tertentu seperti batasan jumlah gesekan yang dapat dilakukan dalam periode 12 jam, serta dapat berlangganan untuk menghilangkan hambatan tersebut dan mendapatkan akses ke fitur lainnya. Misalnya, Tinder memiliki berbagai tingkatan termasuk Tinder Plus, Tinder Gold, dan Tinder Platinum, yang terakhir berjalan hingga US$ 40 per bulan.

Pengenalan sistem koin dalam aplikasi mungkin agak membingungkan karena Tinder sudah memungkinkan pengguna untuk membeli Super Likes dan Boosts menggunakan mata uang keras. Koin, bagaimanapun menawarkan cara permainan yang menyenangkan bagi pengguna.

Bloomberg menulis bahwa Tinder dan pemiliknya, Match Group berharap koin tersebut dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih kaya bagi orang-orang secara online melampaui metode tradisional 'geser ke kanan' untuk menemukan pasangan.

Chief Financial Officer Tinder, Gary Swidler mengatakan selama kuartal kedua kecenderungan untuk membayar rata-rata pengguna Tinder telah meningkat secara signifikan.

"Akan memainkan peran penting ketika pengalaman Tinder berkembang dan menjadi lebih mendalam, karena mata uang virtual berguna dalam konteks pemberian barang digital," ujar Swidler.

Dia menambahkan bahwa mereka mengharapkan kesuksesan khusus di Asia, di mana pengguna lebih terbiasa dengan transaksi dalam aplikasi daripada langganan berulang.

Tidak ada indikasi bahwa sistem koin Tinder akan ada hubungannya dengan uang kripto atau blockchain.

(toy/zlf)