Harga Bitcoin Melejit Terus, Ini 7 Peristiwa Penting Seputar Kripto

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 09:14 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
Harga Bitcoin Melejit Terus, Ini 7 Peristiwa Penting Seputar Kripto

4. Coinbase sebu AS harus membuat regulator cryptocurrency baru

Pada Kamis (14/10) kemarin perusahaan penyedia jasa perdagangan cryptocurrency, Coinbase, telah merilis proposal kebijakan baru yang mengatakan kalau AS harus membuat regulator baru untuk pasar aset digital.

Perusahaan mengatakan bahwa mereka menginginkan pendekatan yang jelas dan komprehensif untuk mengatur aset digital. Selain itu mereka juga mengatakan kalau AS sudah tertinggal di belakang pemerintah lain dalam penanganan regulasi terkait mata uang digital.

Coinbase membagikan proposalnya sehari setelah salah satu investornya, perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz, merilis pemikirannya sendiri tentang bagaimana blockchain dan aset digital harus diatur.

5. Tether kena denda US$ 41 juta

Tether adalah cryptocurrency dengan token yang dikeluarkan oleh perusahaan bernama Tether Limited, yang setelahnya dikendalikan oleh pemilik Bitfinex. Tether disebut stablecoin karena awalnya dirancang untuk selalu bernilai US$1,00, mempertahankan cadangan $1,00 untuk setiap tether yang diterbitkan.

Namun pada hari Jumat (15/10) kemarin, Tether, setuju untuk membayar denda senilai US$ 41 juta dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi. Sebab stablecoin seperti token Tether adalah cryptocurrency yang seharusnya dipatok atau didukung oleh aset cadangan, seperti emas atau dolar AS.

Namun dalam rilisnya, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas menuduh Tether membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan dan penghilangan fakta material ketika menyatakan bahwa setiap tokennya didukung oleh jumlah dolar AS yang setara.

6. Square mau bangun sistem penambangan bitcoin

CEO Square Jack Dorsey mentweet pada Jumat (15/10) kemarin kalau saat ini perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membangun sistem penambangan bitcoin berdasarkan silikon khusus dan sumber terbuka untuk individu dan bisnis di seluruh dunia.

Dorsey mengatakan bahwa penambangan, yang merupakan proses pemecahan masalah matematika yang kompleks untuk mendapatkan cryptocurrency seperti bitcoin, harus lebih didistribusikan, efisien, dan dapat diakses, daripada terkonsentrasi ke beberapa perusahaan.

7. Debut perdana bitcoin

Pada Jumat kemarin, tersebar berita kalau Securities and Exchange Commission (SEC) akan mengizinkan debut dana yang diperdagangkan di bursa terkait bitcoin pertama.

Menurut laporan dari CNBC, ETF bitcoin berbasis berjangka pertama dari ProShares akan mulai diperdagangkan di NYSE dengan kode "BITO" pada hari ini, Selasa (19/10). Empat penyedia ETF berbasis berjangka lainnya berharap untuk bergerak maju untuk berdagang bulan ini, dengan Invesco mungkin mengikuti ProShares minggu ini.

Meskipun berinvestasi dalam ETF bitcoin berbasis berjangka bukanlah investasi langsung dalam bitcoin, para ahli mengatakan bahwa pengenalan satu adalah pertanda baik untuk cryptocurrency dan industrinya secara keseluruhan.


(fdl/fdl)