Kemendag Mau Ekspor Game Lokal, Caranya Gimana?

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 03 Nov 2021 19:30 WIB
Ilustrasi main game mobile
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal mendorong dan memfasilitasi pengembangan game lokal. Pasalnya potensinya sangat besar dan secara teknis lebih mudah untuk diekspor, dibanding mengekspor produk migas dan non migas.

"Jadi secara teknis memang sangat lebih mudah. Kita tidak perlu ruang besar dan berbagai fasilitas untuk gudang, tidak melalui berbagai macam pemeriksaan custom dan sebagainya," kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam keterangan tertulis dikutip detikcom, Rabu (3/11/2021).

Alasan lain ekspor game lokal dianggap lebih mudah karena sudah banyak platform dan aplikasi yang mendukung perdagangan game khususnya dan produk digital pada umumnya. Ada yang bergerak di bidang pembayaran, marketing, dan sebagainya.

Dikarenakan relatif lebih sederhana dan mudah, maka perdagangan game lokal dianggap lebih murah dan lebih efisien dalam distribusinya. Biaya-biaya yang dikeluarkan murni dari biaya distribusi itu sendiri.

"Ini berbeda dengan distribusi barang yang sering menanggung beban biaya tak terduga. Biaya tak terduga ini juga termasuk biaya penyusutan nilai barang karena busuk, rusak di jalan dan segala macam. Ini tidak sepenuhnya terjadi di industri game," terangnya.

Mengenai potensi, Jerry mengapresiasi kreatifitas dan tekad anak muda Indonesia untuk menggarap sektor yang relatif baru ini. Salah satu yang diberikan apresiasi adalah anak muda yang memproduksi game Lokapala.

"Lokapala punya keunikan karena memasukkan ciri khas Indonesia baik dari segi latar cerita maupun karakter-karakternya. Ke depan diharapkan game macam Lokapala punya tempat sendiri di tengah game asing macam Mobile Legend, PUBG dan sebagainya," tuturnya.

Untuk itu, Jerry berharap koordinasi dan kolaborasi dapat terus ditingkatkan untuk memfasilitasi pengembangan game lokal. Anak muda Indonesia diyakini penuh dengan talenta untuk bisa memproduksi game yang berkualitas. Jika itu terjadi, maka hasil akhirnya sangat menguntungkan ekonomi Indonesia.

"Ada pajak yang masuk ke negara, ada lapangan kerja yang tercipta, ada industri perbankan dan non perbankan yang bergerak dan ada banyak industri turunan yang akan terpicu juga. Jadi multiplier effectnya jelas, bukan hanya ke bawah tetapi juga ke samping dan ke segala arah," imbuhnya.

Lanjut ke halaman berikutnya