Membernya Ngaku Rugi Rp 24 M, Bagaimana Cara Kerja VTube?

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 09 Nov 2021 12:17 WIB
Vtube
Foto: Vtube (istimewa)
Jakarta -

Setelah lama tak terdengar, VTube kembali bikin heboh. Sejumlah orang yang mengaku sebagai member VTube mengaku dirugikan. Tak tanggung-tanggung total kerugian yang diklaim mencapai Rp 24 miliar.

Perlu diingat lagi bagaimana cara Vtube beroperasi. Aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan PT. Future View Tech sebenarnya menjanjikan profit sharing kepada member yang menonton iklan di aplikasinya. Sederhananya, hanya dengan menonton iklan, membernya bisa mendapatkan poin.

Selain menonton iklan, member juga bisa mendapatkan penghasilan dengan cara mengajak orang lain bergabung dan mendaftar VTube melalui kode referral yang diberikan. Nah member yang berhasil mengajak member baru akan mendapatkan referral poin dan grup poin.

Poin yang dikumpulkan kemudian bisa dicairkan dalam bentuk uang.

Sebenarnya tidak ada biaya pendaftaran alias gratis bagi siapapun yang ingin menjadi member baru di Vtube. Member baru hanya perlu menonton video berisi iklan setiap hari dan mendapatkan poin atau Vtube Poin (VP). Adapun 1 VP bernilai US$ 1 setara Rp 14.000.

Namun, member yang mendaftar harus rela melepas sebagian VP yang sudah dikumpulkannya serta ada komisi/pajak untuk pihak Vtube itu sendiri.

VP yang ditahan atau tidak bisa ditransaksikan adalah 10 VP atau sekitar Rp 140 ribu, sedangkan untuk komisi atau pajaknya diambil dan diatur berbeda-beda tergantung level member.

Selain itu, member juga biasanya akan ditawari untuk membeli aktivasi level misi. Bila mengaktifkan level misi maka akan dapat keuntungan imbal hasil yang cukup besar.

Misal, mengaktifkan level bintang 6 dengan 1 paket, dikenai biaya aktivasi 10 VP. Keunggulan level ini, dalam 40 hari member akan dapat imbal hasil sebesar 3.500 VP atau sekitar Rp 49 juta (kurs Rp 14.000/US$).

Dengan kata lain, saat member ingin mendapatkan keuntungan yang besar, maka harus mau mengaktifkan atau upgrade levelnya dengan membayar terlebih dahulu.



Simak Video "Sandiaga Prediksi Nasib Bisnis di Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)