4 Fakta Heboh MUI Cap Kripto Haram

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 15 Nov 2021 19:00 WIB
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memutuskan kripto haram sebagai mata uang. Hal itu pun menarik perhatian dan respons dari berbagai pihak. Berikut fakta mengenai aset digital tersebut:

1. Haram Sebagai Mata Uang, Bisa Diperdagangkan

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, keputusan MUI memperkuat aturan yang sudah ada sebelumnya. Dia mengatakan, Bank Indonesia (BI) sendiri telah menyatakan transaksi yang diterima dan sah di Indonesia hanya rupiah.

"Menurut saya putusan itu cuma penegasan sih. Penegasan apa yang pernah disampaikan oleh Bank Indonesia. Jadi Bank Indonesia memang sudah menyatakan bahwa transaksi di Indonesia, mata uang yang diterima dan sah adalah hanya rupiah. Jadi US dolar, dan kripto itu haram buat transaksi di Indonesia," katanya dalam acara Blak-blakan detikcom, Senin (15/11/2021).

Meski demikian, dia bilang, jika keputusan itu dipelajari maka untuk kripto yang memiliki dasar atau underlying bisa diperdagangkan. Terangnya, kripto sendiri banyak jenisnya. Lalu, ia pun membenarkan jika kripto haram sebagai mata uang.

"Untuk kripto yang ber-underlying yang si'lah itu sah diperdagangkan. Jadi kripto itu macam-macam, dan nggak semua itu tentang mata uang. Kalau mata uang jelas memang haram, kalau untuk perdagangan masih sah," katanya.

2. Perputaran Duitnya Tembus Triliunan

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, jumlah pengikut atau member di Indodax sendiri telah mencapai 4,5 juta. Dia bilang, mayoritas membernya berasal dari Indonesia.

Ia pun menjelaskan, saat ini ada tren di mana orang menghabiskan waktunya untuk jual beli di kripto. Soal perputaran duit, lanjut Oscar, di Indodax telah mencapai sekitar Rp 2 triliun per hari. Bahkan, tertinggi bisa mencapai Rp 4 triliun.

"Kalau kita lihat transaksi di Indodax kurang lebih per hari kita melayani transaksi berkisar hampir mencapai Rp 2 triliun per harinya. Kurang lebih Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun, tertingginya kita mencapai hampir Rp 4 triliun dalam sehari," ungkap Oscar.