CEO Indodaxx: Di Malaysia Bitcoin Setara Saham

Deden Gunawan - detikFinance
Senin, 15 Nov 2021 18:18 WIB
Jakarta -

Para pelaku perdagangan kripto di Indonesia mendukung keputusan MUI mengharamkan kripto sebagai mata uang. Hal itu sejalan dengan UU tentang Mata Uang dan Peraturan Bank Indonesia yang cuma mengakui rupiah sebagai alat transaksi atau pembayaran resmi. Tapi fatwa MUI juga menyatakan kalau secara komoditas yang punya underlying di kripto sah diperdagangkan.

"Kami memang tak pernah berjuang menjadikan Kripto sebagai mata uang tapi sebagai alternatif investasi untuk masyarakat," kata CEO Indodaxx yang juga perintis bisnis bitcoin di Indonesia kepada tim Blak-blakan detikcom, Senin (15/11/2021).

Di sejumlah negara maju seperti Jepang dan Amerika, ia melanjutkan, memang menerima sebagai currency (alat pembayaran). Bahkan di Jepang bitcoin sudah setara dengan Yen, dan di El Salvador menerima bitcoin sebagai salah satu aset yang menjadi jaminan devisa negaranya.

Sementara di negeri jiran Malaysia, kata lulusan Teknologi dan Sistem Informasi dari Universitas Monash, Australia itu, bitcoin ditempatkan sebagai saham. Dengan begitu pengaturannya mengikuti yang ditetapkan lembaga pengatur perdagangan saham.

Begitu juga dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang saat ini tengah memasuki tahap eksperimen di bank sentralnya untuk mempersiapkan mata uang berbasis blockchain atau disebut token kripto.

Sejak diperkenalkan pada 2009, pelaku bisnis Kripto terus tumbuh berlipat dengan pesat, begitu juga dengan nilai transaksinya. Oscar Darmawan menyebut jumlah member yang berdagang di Indodaxx mencapai 4,5 juta orang.

"Nilai transaksi tiap hari antara Rp 1,5 - 2 triliun, bahkan pernah tertinggi mencapai Rp 4 triliun," kata Oscar.

[Gambas:Video 20detik]



(deg/eds)