Ancam Penambang Bitcoin, Pemerintah China Akan Naikkan Tarif Listrik

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 17 Nov 2021 15:55 WIB
Ribuan Warga Australia Adukan Kasus Penipuan Bitcoin
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta -

Para penambang cryptocurrency di China mendapat peringatan keras dari pemerintah. Pasalnya praktik penambangan ini disebut berbahaya dan tidak sejalan dengan misi pemerintah untuk menekan emisi karbon.

Juru bicara Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional atau National Development and Reform Commission (NDRC) Meng Wei mengungkapkan jika aktivitas penambangan ini menyedot banyak energi dan menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar.

Dikutip dari CNN disebutkan NDRC akan menaikkan harga listrik untuk pihak manapun yang menyalahgunakan akses listrik bersubsidi untuk penambangan kripto.

Memang pemerintah memberikan harga listrik yang lebih murah untuk sekolah, komunitas atau lembaga kesejahteraan masyarakat lainnya.

Harga bitcoin tercatat mengalami penurunan lebih dari 7% menjadi US$ 60.889. Ini merupakan nilai terendah dalam waktu satu minggu.

Namun tak ada alasan jelas terkait jatuhnya harga bitcoin ini. Kemudian Ethereum juga turun hingga 8% pada Selasa menjadi US$ 4.297.

Walaupun harga bitcoin mengalami penurunan. Namun pada 2021 telah melonjak sekitar 110% dari harga tahun sebelumnya.

Peringatan yang diberikan pemerintah CHina ini bukanlah yang pertama kali. Pada Mei lalu, pemerintah China berupaya untuk menekan peredaran cryptocurrency dan melarang sistem perdagangan cryptocurrency ini.

Larangan China terhadap mata uang kripto ini bukan tanpa alasan. Pemerintah menilai jika ada risiko besar di balik transaksi menggunakan cryptocurrency ini.

Bahkan orang dianggap bisa tak memiliki jejak dengan cryptocurrency ini. Karena itu pemerintah mengeluarkan yuan versi digital. Hal ini agar bank sentral China bisa melakukan kontrol terhadap aliran dan pertukaran uang yang terjadi di negara tersebut.

Selain itu China juga menargetkan bisa menjadi negara dengan karbon rendah pada 2060 lalu. Namun penambangan bitcoin bisa merusak rencana tersebut.

Karena praktik penambangan ini bisa menghabiskan banyak energi dan menghabiskan banyak daya komputer. Karena proses penambangan ini membutuhkan mesin untuk menyelesaikan serangkaian algoritma rumit untuk verifikasi transaksi.

Kemudian China juga saat ini sedang berjuang melawan kekurangan pasokan listrik. Kondisi ini bahkan sudah mempengaruhi jutaan rumah tangga dan pabrik-pabrik.

"Pemerintah harus ketat mencegah penambangan ini," ujar dia.

(kil/das)